Gubuku – Bikin pakan racikan sendiri emang jadi hack paling ampuh buat pangkas biaya operasional ternak. Tapi, ada satu musuh bebuyutan yang sering bikin peternak pemula rungkad: jamur!

Salah dikit dalam proses pengolahan, pakan yang harusnya hemat malah jadi bau busuk, ditumbuhi jamur beracun (aflatoksin), dan bikin ternak kamu malah kena penyakit pencernaan.

Padahal, kombinasi dedak (sumber serat & energi) dan ampas kelapa (sumber lemak & protein) itu combo mantap banget kalau diolah dengan benar. Nah, biar hasil fermentasi kamu sukses 100% dan bebas jamur, simak resep dan trik rahasianya di bawah ini!

Bahan-Bahan Racikan (Kapasitas ±10 kg)

Bahan-bahannya simpel banget dan gampang ditemuin di sekitar kamu:

  • Dedak Halus / Bekatul: 5 kg

  • Ampas Kelapa: 3 kg (Lebih bagus kalau sudah dikukus sebentar atau diperas sampai berkurang airnya)

  • Jagung Giling / Tepung Ikan: 2 kg (Buat penyeimbang nutrisi & protein)

  • EM4 Peternakan (Starter Fermentasi): 2–3 tutup botol

  • Molase / Tetes Tebu: 2–3 makan (Bisa diganti air gula merah/gula pasir)

  • Air Bersih (Tanpa Kaporit): Secukupnya (± 1–1,5 liter, pastikan jangan terlalu basah)

Step-by-Step Cara Membuat (Anti Gagal & Anti Jamur)

Step 1: Kunci Utama (Atur Kadar Air Ampas Kelapa!)

Ampas kelapa punya kadar air yang tinggi banget. Ini dia penyebab utama timbulnya jamur!

  • Trik: Sangrai (goreng tanpa minyak) sebentar ampas kelapa atau jemur di bawah terik matahari sampai agak kering (moist, tapi gak basah menetes).

Step 2: Aktifkan Bakteri Baik (Mikroorganisme)

Campurkan 2–3 tutup botol EM4 dan molase/air gula ke dalam 1 liter air. Diamkan dulu selama 10–15 menit biar bakteri baiknya “bangun” dan siap bekerja memproses pakan.

Baca Juga  Mengenal Indigofera: Tanaman Pakan Ternak High Protein

Step 3: Pencampuran Bahan Kering

Aduk rata dedak halus, ampas kelapa yang udah dikondisikan, dan jagung giling di atas terpal bersih sampai benar-benar homogen.

Step 4: Semprot Cairan Fermentasi secara Bertahap

Percikkan/semprotkan larutan EM4 tadi ke atas adonan pakan sambil terus diaduk rata.

  • Uji Kadar Air (Test Kepalan): Kepal adonan pakan pakai tangan. Kalau dikepal dia membentuk gumpalan tapi gak mengeluarkan air, dan saat dilepas mudah terurai lagi, artinya kadar airnya udah pas banget (sekitar 30–40%).

Step 5: Wadah Kedap Udara (Anaerob)

Dengan modal dedak dan ampas kelapa yang super terjangkau, kamu udah bisa bikin pakan berkualitas tinggi, gampang dicerna, dan yang paling penting bebas dari bahaya jamur.

  • Padatkan pakan sambil ditekan-tekan sampai gak ada ruang udara tersisa (anaerob adalah syarat mutlak fermentasi berhasil).

  • Tutup rapat-rapat. Pastikan gak ada kebocoran udara sekecil apa pun!

Masa Tunggu & Ciri Fermentasi Berhasil

Simpan wadah di tempat yang teduh (tidak kena sinar matahari langsung) selama 3 sampai 5 hari.

💡 Ciri Pakan Fermentasi yang Sukses (Bebas Jamur):

  • Aroma: Wangi tape khas fermentasi (asam manis segar), bukan bau busuk/got.

  • Tekstur: Tetap renyah/gembur dan gak menggumpal basah.

  • Tampilan: Warna cokelat terang khas dedak, gak ada bintik hitam, hijau, atau lapisan putih tebal berbau menyengat (jamur jahat).

3 Trik Rahasia Biar Pakan Fermentasi Awet Berbulan-bulan

  1. Gunakan Wadah yang Benar-benar Bersih: Sebelum dipakai, cuci dan keringkan wadah penampung. Sisa kotoran lama bisa memicu pertumbuhan jamur.

  2. Jangan Buka-Tutup Wadah Terlalu Sering: Setiap kali dibuka, oksigen masuk dan memicu jamur tumbuh. Ambil pakan secukupnya buat kebutuhan 1–2 hari, lalu tutup kembali wadah utama rapat-rapat.

  3. Tambahkan Garam Dapur: Menaburkan sedikit garam dapur (sekitar 1% dari total adonan) bisa bertindak sebagai pengawet alami dan menghambat pertumbuhan jamur pembusuk.

Baca Juga  Desain Kandang Karantina Ternak Baru Tiba Bebas Penularan

penulis:widia – SMKN 12 Bungo

Related Posts

Cara Beternak Babi Jenis Yorkshire / Large...
Gubuku - Buat kamu para Gen Z yang tertarik terjun...
Read more
Trik Mengatasi Anemia Fe (Kekurangan Zat Besi)...
Gubuku - Buat kamu para peternak muda Gen Z, pernah...
Read more
panduan Manajemen Penimbangan Bobot Babi Siap Potong
Gubuku - Ngedua belas bulan ngerawat ternak, giliran waktu panen...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *