Gubuku – Kenali Dulu Sebelum Panik! Jenis Penyakit Ternak Paling Umum dan Cara Mencegahnya Biar Nggak Rugi Bandara
Buat kamu yang lagi interest sama dunia farming, mau merintis bisnis peternakan mandiri, atau sekadar pengen tahu seputar dunia agrikultur modern, kesehatan hewan ternak itu koentji banget!
Sama kayak manusia, hewan ternak kayak sapi, kambing, domba, sampai ayam juga bisa gampang tumbang kalau nggak dirawat dengan proper. Alih-alih untung, salah-salah malah boncos gara-gara hewan ternak terserang penyakit menular.
Biar hewan peliharaanmu tetap slay, sehat, dan produktif, yuk kita kenalan sama beberapa jenis penyakit umum pada ternak beserta cara pencegahannya yang gampang banget dipraktekin!
1. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) / Foot and Mouth Disease
Penyakit satu ini sempat hits banget beberapa waktu lalu karena penularannya yang super cepat. PMK adalah penyakit viral yang sangat menular pada hewan berkuku genap seperti sapi, domba, kambing, dan babi.
-
Gejala Utama: Muncul lepuh atau luka di sekitar mulut, lidah, gusi, sampai di sela-sela kuku kaki. Akibatnya? Ternak jadi males makan, lemas, dan jalannya pincang.
-
Cara Pencegahan: Vaksinasi rutin adalah jalan ninjanya! Selain itu, terapkan sistem biosekuriti yang ketat, alias jaga kebersihan kandang dan batasi orang asing keluar-masuk area kandang tanpa disinfeksi.
2. Kembung Perut (Bloat)
Pernah nggak sih ngerasa begah gara-gara salah makan? Ternak juga bisa ngalamin hal yang sama, lho. Bloat atau kembung perut biasanya terjadi karena penumpukan gas berlebih di dalam lambung (rumen) hewan akibat salah pakan, seperti terlalu banyak makan legume atau rumput muda yang masih basah karena embun.
-
Gejala Utama: Perut bagian kiri terlihat membesar dan tegang kalau dipegang, hewan keliatan gelisah, sesak napas, bahkan bisa ambruk kalau gasnya nggak segera dikeluarkan.
-
Cara Pencegahan: Jangan langsung kasih makan rumput muda yang masih basah pas pagi hari. Pastikan juga asupan serat kasarnya seimbang dan kasih pakan secara bertahap.
3. Cacingan (Helminthiasis)
Jangan sepelekan masalah cacingan! Walaupun keliatannya sepele, infeksi cacing pada ternak bisa bikin pertumbuhan mereka stunted (terhambat), kurus kering, bulunya kusam, dan produktivitas daging atau susunya anjlok drastis.
-
Gejala Utama: Badan ternak kurus padahal makannya banyak, perut buncit (terutama pada hewan muda), dan bagian kelopak mata bawah terlihat pucat karena kurang darah (anemia).
-
Cara Pencegahan: Berikan obat cacing secara berkala (biasanya 3–4 bulan sekali) sesuai dosis anjuran. Jaga kebersihan kandang dan hindari merumputkan ternak di tanah yang terlalu basah atau becek.
4. Penyakit Ngorrok (Septicemia Epizootica / SE)
Penyakit bakteri akut yang sering menyerang kerbau dan sapi ini terkenal sangat mematikan kalau telat ditangani. Biasanya sering muncul pas musim pancaroba atau musim hujan.
-
Gejala Utama: Ternak mengalami demam tinggi, keluar lendir berlebih dari hidung, kesulitan bernapas yang bikin bunyi “ngorrok”, dan pembengkakan di bagian leher atau dada.
-
Cara Pencegahan: Lakukan vaksinasi tahunan secara disiplin sebelum musim hujan tiba, serta pastikan sirkulasi udara di dalam kandang bagus dan tidak lembap.
Tips Anti-Gagal Jaga Kesehatan Ternak Ala Peternak Modern
Biar hewan ternak kamu bebas dari berbagai macam penyakit di atas, terapkan checklist harian ini di kandangmu:
-
Rutin Bersihkan Kandang (The Power of Hygiene): Jangan biarkan kotoran menumpuk. Kandang yang bersih bikin kuman dan bakteri males berkembang biak.
-
Pakan Berkualitas (Nutrisi is Number One): Berikan pakan dan air minum yang bersih serta bernutrisi tinggi. Jangan asal kasih makan sisa makanan basi, ya!
-
Karantina Ternak Baru: Kalau kamu baru beli hewan ternak dari luar, pisahkan dulu di kandang karantina selama 1–2 minggu buat mastiin mereka benar-benar sehat dan nggak bawa penyakit bawaan.
-
Pantau Perilaku Harian: Selalu luangkan waktu buat check-in kondisi ternak. Kalau ada yang mukanya lesu, nggak nafsu makan, atau gerakannya beda dari biasanya, langsung ambil tindakan cepat!
- penulis: echa smkn 1 merangin.



