Cara Mengatasi Penyakit Bovine Viral Diarrhea (BVD) Sapi

Ternaktani
Ternaktani
September 12, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Pernah gak sih kamu ngeliat sapi di kandang tiba-tiba lemes, mencret parah, badannya kurus mendadak, atau bahkan sapi yang hamil malah keguguran? Jangan cuma dianggap masuk angin biasa! Buat para peternak muda dan Gen Z, kamu wajib kenalan sama musuh tak terlihat bernama Bovine Viral Diarrhea (BVD).

BVD adalah penyakit menular pada sapi yang disebabkan oleh Pestivirus. Serangannya gak main-main karena bisa merusak sistem pencernaan, pernapasan, hingga bikin daya tahan tubuh sapi merosot tajam.

Biar ternak kamu gak tumbang dan bisnis peternakan tetap cuan, yuk pahami cara penanganan dan pencegahan BVD yang tepat berikut ini!

Kenali Dulu: Mengapa BVD Sangat Bahaya?

Hal paling tricky dari BVD adalah hadirnya fenomena PI (Persistently Infected) alias Sapi Infeksi Persisten.

Sapi PI terjadi ketika induk sapi terinfeksi virus BVD saat hamil muda. Anak sapi yang lahir bakal membawa virus ini seumur hidupnya. Parahnya lagi, sapi PI sering terlihat sehat-sehat aja dari luar, padahal dia terus-menerus menyebarkan virus ke seluruh kandang lewat liur, kotoran, dan urin. Toxic banget, kan?

Langkah Penanganan & Mengatasi Sapi yang Terinfeksi BVD

Sayangnya, sampai saat ini belum ada obat khusus (antiviral) yang bisa menyembuhkan virus BVD secara langsung. Tapi tenang, kamu tetap bisa melakukan tindakan penyelamatan (supportive care) biar sapi gak makin parah:

1. Isolasi Sapi yang Sakit (Quarantine Mode)

Langsung pisahkan sapi yang menunjukkan gejala diare, demam, atau lemas ke kandang karantina yang jauh dari sapi sehat. Ini hukumnya wajib biar penyebaran virus terputus.

2. Terapi Cairan & Elektrolit (Cegah Dehidrasi)

Diare parah bikin sapi kehilangan banyak cairan tubuh. Berikan cairan elektrolit atau infus (sesuai arahan dokter hewan) biar sapi gak kehabisan energi dan terhindar dari dehidrasi akut.

Baca Juga  Panduan Sanitasi Alat Milking (Pemerahan) Susu Sapi Perah

3. Pemberian Antibiotik & Vitamin

  • Antibiotik: Diberikan bukan untuk membunuh virusnya, tapi buat mencegah dan mengobati infeksi bakteri sekunder (seperti pneumonia atau radang usus) yang sering menumpang saat imun sapi drop.

  • Vitamin & Immunostimulan: Injeksikan vitamin A, D, E, dan B-kompleks untuk mendongkrak kembali daya tahan tubuh sapi.

4 Trik Prevention Biar BVD Gak Mampir ke Kandang

Daripada pusing ngobatin, pencegahan jauh lebih murah dan efektif. Terapkan biosecurity ketat ini di kandang kamu:

1. Skrining dan Eliminasi Sapi PI

Lakukan tes laboratorium (seperti tes PCR atau ELISA lewat sampel darah/telinga) pada sapi baru atau pedet yang baru lahir. Jika ditemukan sapi yang positif PI, segera keluarkan/afkir dari kelompok kandang karena sapi PI tidak bisa disembuhkan.

2. Lakukan Vaksinasi Rutin

Konsultasikan dengan dokter hewan setempat untuk jadwal vaksinasi BVD. Vaksinasi pada induk sebelum dikawinkan sangat ampuh mencegah lahirnya pedet berstatus PI dan melindungi kandungan dari risiko keguguran.

3. Perketat Biosekrutitas Kandang

  • Semprot disinfektan secara berkala di area kandang, peralatan, dan kendaraan yang keluar-masuk.

  • Batasi orang luar atau pengunjung yang ingin masuk ke area penampungan ternak tanpa sterilisasi (minimal cuci kaki/ganti sepatu bot).

4. Karantina Sapi Baru

Jangan langsung campur sapi yang baru kamu beli dari pasar hewan! Karantina dulu minimal 14–21 hari sambil dipantau kondisinya dan dipastikan bebas dari BVD.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *