Panduan Mengoperasikan Mesin Pellet Ikan/Ternak Tipe Horizontal

Ternaktani
Ternaktani
September 5, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Bagi pebisnis pemula di bidang perikanan maupun peternakan, biaya pakan pabrikan sering kali jadi komponen pembengkak modal terbesar. Nah, solusinya adalah bikin adonan pakan sendiri dan mencetaknya menggunakan mesin pellet tipe horizontal.

Dibanding tipe vertikal, mesin pelet horizontal punya keunggulan pendorongan adonan (screw extruder/press) yang mantap dan hasil cetakan yang lebih padat. Tapi ingat, salah prosedur pengoperasian bisa bikin cetakan mampet, mesin overheat, atau pelet jadi gampang hancur.

Biar mesin kamu awet dan produksi pelet jalan lancar, yuk intip panduan lengkap cara mengoperasikan mesin pellet horizontal di bawah ini!

Kenapa Harus Pilih Mesin Pelet Tipe Horizontal?

  • Hasil Cetakan Padat: Sistem ulir (screw) horizontal menekan adonan secara konsisten ke arah die (cetakan).

  • Mudah Dipantau: Posisi output cetakan ada di bagian depan, jadi gampang buat langsung dipotong dan dicek kualitasnya.

  • Perawatan Praktis: Komponen ulir dan cetakan relatif gampang dibongkar-pasang buat dibersihkan.

4 Tahap Pengoperasian Mesin Pelet Horizontal

1. Persiapan Adonan (Kunci Utama Bebas Mampet)

Kesalahan terbanyak pemula adalah adonan yang terlalu basah atau terlalu kering.

  • Tingkat Kelembapan Adonan: Pastikan kadar air adonan berada di kisaran $25\%\text{–}30\%$.

  • Tips Kepal: Kepal adonan dengan tangan. Kalau adonan menyatu tapi tidak meneteskan air dan langsung terurai begitu diremas ringan, berarti kelembapannya sudah pas.

  • Kehalusan Bahan: Pastikan semua bahan pakan (tepung ikan, dedak, jagung) sudah diayak halus agar tidak ada kerikil atau serat kasar yang menyumbat lubang die.

2. Pemanasan Awal & Pelumasan Cetakan (Warm-Up)

Jangan langsung memasukkan adonan utama saat mesin baru dihidupkan!

  • Nyalakan mesin dalam kondisi kosong selama 1–2 menit untuk memastikan putaran motor/mesin penggerak stabil.

  • Uji Cetakan: Masukkan sedikit adonan yang dicampur sedikit minyak goreng bekas/kelapa. Ini berfungsi untuk melumasi lubang die agar adonan pertama tidak lengket dan tersumbat.

Baca Juga  Pemasaran Bibit Ikan Lele Lewat Group Facebook & Tokopedia

3. Proses Pencetakan & Pengaturan Pisau Pemotong

Setelah aliran pelet awal keluar dengan lancar, kamu bisa mulai proses produksi:

  • Masukkan adonan utama ke dalam hopper (corong masuk) secara bertahap dan konsisten. Jangan langsung menumpuk adonan terlalu banyak agar mesin tidak terbeban berat (overload).

  • Atur jarak dan kecepatan pisau pemotong (cutter) di depan lubang cetakan untuk menentukan panjang-pendeknya bulir pelet yang diinginkan.

4. Prosedur Penghentian Mesin (Shutdown)

Jangan langsung mematikan mesin begitu adonan habis!

  • Sebelum mematikan mesin, masukkan segenggam adonan yang sudah dicampur minyak atau dedak lembap.

  • Biarkan sisa adonan berminyak tersebut mendorong sisa adonan utama sampai keluar. Ini penting banget agar sisa pakan di dalam lubang cetakan tidak mengering dan mengeras saat mesin dingin.

  • Matikan tombol utama mesin dan bersihkan area luar mesin dari sisa adonan.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *