Gubuku – Harga jagung buat pakan ternak lagi naik-turun gak menentu? Buat para peternak Gen Z dan milenial, lonjakan harga bahan baku kaya gini sering banget bikin pusing dan nggerus margin keuntungan. Mau tetap survive dan cuan? Saatnya kamu lirik bahan lokal super fleksibel yang satu ini: Sorghum (Sorgum)!
Secara kandungan nutrisi, biji sorghum itu 11-12 alias beda tipis banget sama jagung. Proteinnya bahkan sedikit lebih tinggi! Tapi, ada satu tantangan kecil: biji sorghum punya zat Tanin (zat antinutrisi) yang kalau gak diolah dengan benar bisa bikin pakan terasa pahit dan susah dicerna ternak.
Tenang, gak usah panik! Mengolah sorghum jadi pakan lezat dan aman buat ternak itu gampang banget. Yuk, simak panduan praktisnya di bawah ini!
Kenapa Harus Sorghum? (Jagung vs Sorghum)
Sebelum masuk ke teknis pengolahan, kepoin dulu alasan kenapa sorghum cocok banget jadi pengganti jagung:
-
Protein Lebih Tinggi: Protein kasar sorghum berkisar , sementara jagung cuma sekitar .
-
Hemat Biaya Production: Harga sorghum umumnya lebih murah dan tanamannya jauh lebih tahan kekeringan ketimbang jagung.
-
Energi Setara: Kandungan energi metabolismenya hampir menyamai jagung, jadi ternak tetap bakal cepat gemuk.
Rahasia Menghilangkan Tanin pada Biji Sorghum
Zat tanin di dalam sorghum berfungsi sebagai pelindung alami tanaman dari hama burung. Tapi di perut ternak, tanin bisa mengikat protein jadi susah diserap. Biar aman, gunakan 3 metode pengolahan simpel ini:
1. Metode Penyosohan (Paling Praktis)
Kulit luar biji sorghum adalah tempat mengumpulnya sebagian besar zat tanin.
-
Gunakan mesin penyosoh (alat giling beras/kopi) untuk mengupas kulit arsir luarnya.
-
Biji sorghum yang sudah disosoh (sosoh ) kandungan taninnya bakal merosot tajam dan siap langsung diproses.
2. Metode Perendaman & Perebusan
Kalau gak punya mesin penyosoh, gunakan kekuatan air!
-
Rendam biji sorghum dalam air bersih selama 24 jam (bisa tambahkan sedikit kapur sirih 1% untuk mempercepat peluruhan tanin).
-
Buang air rendamannya, lalu cuci bersih dan rebus sebentar (sekitar 10–15 menit).
-
Keringkan di bawah sinar matahari sampai kadar air di bawah 12%.
3. Metode Fermentasi (Bonus Nutrisi!)
Fermentasi adalah cara level up paling favorit anak muda zaman now!
-
Campurkan biji sorghum yang sudah digiling halus dengan probiotik (seperti EM4 ternak) dan sedikit molase/tetes tebu.
-
Simpan dalam wadah tertutup (anaerob) selama 3–5 hari.
-
Fermentasi gak cuma melunturkan tanin, tapi juga bikin aroma pakan jadi wangi dan meningkatkan ketercernaan nutrisinya!
Step-by-Step Mengolah Sorghum Jadi Pakan Siap Pakai
Setelah taninnya dinetralkan, ikuti langkah mudah pencampuran pakan ini:
-
Penepungan (Giling Halus): Giling biji sorghum yang sudah kering sampai jadi tepung kasar/halus sesuai jenis ternak (ayam butuh tekstur lebih halus, kambing/sapi bisa lebih kasar).
-
Substitusi Bertahap: Jangan langsung mengganti jagung dalam semalam biar saluran pencernaan ternak gak kaget.
-
Formulasi Campuran:
-
Minggu 1: Pakai komposisi sorghum + jagung.
-
Minggu 2: Naikkan jadi sorghum + jagung.
-
Minggu 3 dst: Bisa dipakai hingga pengganti jagung (terutama untuk unggas pembesaran atau ruminansia).
-


