Mengatasi Masalah Kelembapan Tinggi di Kandang Closed House

Ternaktani
Ternaktani
September 9, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Siapa bilang punya kandang tipe Closed House bebas dari masalah? Buat para peternak Gen Z dan milenial, salah satu musuh bebuyutan yang paling sering bikin pusing pas musim hujan atau cuaca ekstrem adalah kelembapan udara yang kelewat tinggi (high humidity).

Idealnya, kelembapan di dalam kandang closed house itu ada di kisaran 50–70%. Kalau angkanya udah melonjak di atas 75–80%, siap-siap aja! Sekam/litter cepat basah, bau amonia merebak, dan ambeien alias penyakit pernapasan kaya CRD bakal gampang banget menyerang ayam.

Biar performa ayam tetap stay on track dan gak rugi bandar, yuk bongkar trik ampuh mengatasi kelembapan tinggi di dalam kandang berikut ini!

Kenapa Kelembapan Tinggi Itu Bahaya Banget?

Banyak yang mikir kandang tertutup itu otomatis aman. Padahal, kelembapan tinggi yang dikombinasikan dengan suhu panas (efek heat stress) bisa bikin kondisi dalam kandang kaya “sauna raksasa”.

  • Amonia Naik: Feses ayam yang basah bakal terurai cepat dan bikin kadar amonia melonjak.

  • Sarang Jamur & Bakteri: Kelembapan tinggi adalah comfort zone buat jamur pakan dan bakteri penyakit.

  • FCR Memburuk: Ayam jadi malas makan, cuman minum terus, dan bobot badannya makin lambat naik.

5 Langkah Ampuh Turunkan Kelembapan Kandang Closed House

Biar kondisi microclimate di dalam kandang kembali ideal, terapkan langkah-langkah teknis ini:

1. Atur Ulang Kecepatan Angin (Wind Speed)

Saat udara di luar lagi lembap banget (misal pas hujan deras), jangan cuma fokus menurunkan suhu, tapi fokuslah membuang udara basah.

  • Naikkan kecepatan kipas exhaust (blower) untuk meningkatkan pertukaran udara (air exchange).

  • Udara yang bergerak cepat bakal menyapu uap air dan kelembapan yang mengendap di atas litter (alas kandang).

Baca Juga  Syarat dan Cara Mengurus Izin Usaha Peternakan (IUP) Resmi

2. Evaluasi Penggunaan Cooling Pad (Celldek)

Ini kesalahan yang paling sering terjadi! Pas udara luar lagi lembap dan dingin, banyak yang lupa mematikan atau mengandalkan cooling pad.

  • Jika kelembapan di dalam kandang sudah menyentuh angka >75%, matikan pompa air cooling pad.

  • Biarkan cooling pad tetap kering dan berfungsi sebagai celah masuk udara saja tanpa tambahan uap air dari basahan selang.

3. Cek Kepadatan Ayam (Stocking Density)

Kandang yang terlalu padat bakal menyumbang kelembapan ekstra dari napas dan kotoran ayam itu sendiri.

  • Pastikan kepadatan populasi sesuai dengan kapasitas ventilasi kandang kamu.

  • Lakukan penjarangan (thinning) secara berkala sesuai dengan pertambahan bobot badan ayam.

4. Manajemen Litter (Sekam) yang Ketat

Litter yang basah adalah pemicu utama kelembapan lokal di area bawah kandang.

  • Bolak-balik Sekam: Lakukan pembalikan sekam secara rutin agar bagian yang basah tidak mengendap di bawah.

  • Tabur Tabur: Jika ada area sekam yang terlanjur sangat basah (misal di bawah tempat minum), segera paut/buang dan ganti dengan sekam baru yang kering. Bisa juga ditaburi kapur untuk mengikat kelembapan dan amonia.

5. Atur Ketinggian & Tekanan Nipple Drinker

Tetesan air minum yang bocor atau terlalu rendah bakal bikin sekam becek seketika.

  • Sesuaikan ketinggian nipple drinker setinggi punggung ayam.

  • Cek water pressure (tekanan air). Tekanan yang terlalu tinggi bikin air gampang tumpah saat dipatuk ayam.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *