Gubuku – Buat kamu para peternak muda Gen Z yang lagi merintis atau ngembangin bisnis ternak babi, momen induk babi melahirkan itu ibarat “masa krusial” menentukan cuan. Kalau proses melahirkan dan perawatan awal anak babi gak ditangani dengan benar, risiko anak babi mati tertindih induknya (overlay) atau kedinginan bakal tinggi banget.
Solusi paling efektif dan standar modern industri peternakan saat ini adalah pakai Kandang Farrowing Crate (kandang jepit melahirkan).
Desain kandang ini dirancang khusus buat menjaga keselamatan anak babi yang baru lahir sekaligus bikin induknya tetap nyaman selama proses menyusui. Yuk, simak panduan lengkap cara menyiapkan kandang farrowing crate biar ternak kamu makin efisien dan minim risiko!
Kenapa Harus Pakai Kandang Farrowing Crate?
Bukan sekadar ikut-ikutan tren, penggunaan farrowing crate punya alasan teknis yang kuat banget:
-
Mencegah Anak Babi Tertindih: Induk babi yang lelah setelah melahirkan sering kali langsung rebahan tanpa ngeliat anak-anaknya yang masih kecil. Farrowing crate membatasi gerakan mendadak induk sehingga anak babi punya area aman buat lari/bersebunyi.
-
Memudahkan Pengawasan & Sanitasi: Kamu jadi lebih gampang memantau proses melahirkan, memberi bantuan jika ada kendala (dystocia), serta membersihkan kotoran tanpa diganggu induk babi yang protektif.
-
Pemberian Pakan & Menyusui Lebih Maksimal: Induk babi bisa fokus posisi tiduran miring buat menyusui, dan tiap anak babi dapat akses puting susu dengan lebih merata.
Spesifikasi & Desain Ideal Kandang Farrowing Crate
Sebelum memasang atau membuat kandang, perhatikan komponen dan ukuran standar berikut:
1. Area Induk (Bagian Tengah)
-
Ukuran: Panjang sekitar dan lebar .
-
Fitur Pipanisasi: Menggunakan pipa besi/galvanis melengkung di bagian bawah agar saat induk hendak berbaring, proses turun tubuhnya bertahap (slow down bar), memberi waktu anak babi buat menghindar.
2. Area Anak Babi (Samping Kiri & Kanan)
-
Ukuran: Lebar masing-masing ruang samping sekitar .
-
Fasilitas Kotak Pemanas (Creep Box): Wajib ada kotak khusus dengan lampu pemanas (infrared/incandescent bulb) . Anak babi yang baru lahir butuh suhu hangat sekitar agar tidak kena hipotermia.
3. Jenis Lantai (Slatted Floor)
-
Gunakan lantai berlubang/celah (besi/plastik industri untuk anak babi, dan cast iron / besi tuang untuk induk).
-
Fungsinya biar kotoran dan air kencing langsung jatuh ke bawah, sehingga area kandang selalu kering dan higienis.
Langkah Persiapan Kandang Sebelum Induk Masuk
Gak bisa asal masukin induk ya! Lakukan step-by-step persiapan ini minimal 3–5 hari sebelum perkiraan tanggal melahirkan (H-5):
Step 1: Sterilisasi Total Kandang
-
Cuci bersih kandang menggunakan air bertekanan tinggi (high-pressure washer) untuk mengikis sisa kotoran kering.
-
Semprotkan disinfektan ke seluruh area kandang, lantai, tempat pakan, dan tiang.
-
Biarkan kandang mengering dan istirahatkan (dry period) minimal 24–48 jam sebelum diisi.
Step 2: Cek Sistem Peralatan
-
Penerangan & Lampu Pemanas: Pastikan kabel aman dari gigitan, posisi lampu cukup tinggi (tidak terlalu dekat hingga membakar anak babi), dan suhu terukur hangat stabil.
-
Tempat Minum (Nipple Drinker): Cek aliran air pada nipple minum induk dan nipple khusus anak babi. Pastikan debit air lancar dan tidak bocor.
Step 3: Aklimatisasi Induk Babi
-
Pindahkan induk dari kandang bunting (gestation crate/pen) ke kandang farrowing pada H-5 atau H-3 melahirkan.
-
Tujuan aklimatisasi adalah biar induk gak stres sama lingkungan barunya sebelum proses persalinan dimulai.


