Cara Merawat Anak Burung Unta Baru Menetas

Ternaktani
Ternaktani
October 9, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak muda Gen Z yang lagi mencoba peluang bisnis eksotis ternak burung unta (ostrich), ada satu fakta penting yang wajib kamu tahu: fase awal setelah menetas adalah momen paling rawan. Anak burung unta (chick) yang baru menetas punya sistem imun yang masih sangat lemah dan sensitif banget terhadap infeksi bakteri.

Masalah paling umum yang sering bikin peternak pemula gigit jari adalah infeksi pusar (omphalitis/mushy chick disease) dan infeksi pencernaan akibat lingkungan kandang yang kotor.

Tenang, kamu gak perlu panik! Biar investasi dan perjuangan menetaskan telur burung unta gak sia-sia, simak panduan lengkap cara merawat anak burung unta baru menetas agar bebas dari serangan bakteri berikut ini!

1. Perawatan Tali Pusar (Navel Care) Sejak Menit Pertama

Saat anak burung unta baru keluar dari cangkang, saluran pusarnya masih terbuka dan menjadi “pintu masuk utama” bagi bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Staphylococcus.

  • Oleskan Disinfektan Pusar: Segera semprot atau celupkan sisa tali pusar dengan larutan Iodine/Betadine 7%–10% sesaat setelah menetas. Langkah ini krusial buat membunuh bakteri sekaligus mempercepat pengeringan tali pusar.

  • Ulangi Secara Berkala: Lakukan pengolesan antiseptik ini 1–2 kali sehari selama 3 hari pertama sampai area pusar benar-benar menutup sempurna dan kering.

2. Manajemen Brooder & Temperatur Suhu Kandang

Anak burung unta belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri (thermoregulation). Kalau kedinginan atau terlalu panas, mereka gampang stres dan daya tahannya langsung drop, bikin bakteri makin gampang menyerang.

Standar Suhu & Kelembapan

  • Minggu ke-1: Pasang suhu brooder (kandang pemanas) di angka dengan kelembapan di bawah .

  • Penurunan Suhu: Turunkan suhu secara bertahap sekitar setiap minggunya seiring bertambahnya usia anak burung.

Tips Gen Z: Gunakan lampu pemanas infrared atau pemanas keramik yang dikombinasikan dengan termometer digital/hygrometer. Hindari hembusan angin langsung (draft) ke dalam kandang.

3. Pakai Alas Kandang yang Tepat & Selalu Kering

Bakteri sangat menyukai area yang lembap dan kotor. Salah pilih alas kandang (bedding) bisa jadi petaka buat anak burung unta!

  • Alas Wajib: Gunakan karpet karet (rubber mat) bertumpuk kain handuk atau matras sintetis anti-slip pada 3–5 hari pertama. Ini membantu mencegah kaki anak burung terseliwer (spraddle leg) sekaligus gampang dibersihkan.

  • Hindari Serbuk Kayu/Pasir Halus: Anak burung unta punya sifat alami mematuk apa saja di sekitarnya. Memakai serbuk kayu atau pasir halus berisiko tertelan dan menyebabkan impaksi organ pencernaan (impaction) serta infeksi bakteri pencernaan.

  • Ganti Rutin: Ganti kain alas atau bersihkan matras karet minimal 2 kali sehari agar tidak ada tumpukan kotoran (feces) dan sisa air minum.

Baca Juga  Panduan Budidaya Rumput Setaria untuk Pakan Ternak Kambing

4. Biosekuriti & Sanitasi Peralatan Makan-Minum

Kontaminasi bakteri sering kali datang dari tangan peternak atau wadah pakan yang kurang higienis.

  1. Cuci Tangan & Gunakan Sepatu Khusus: Selalu cuci tangan pakai sabun antiseptik atau gunakan hand sanitizer sebelum memegang anak burung unta. Sediakan footbath (tempat desinfeksi alas kaki) di pintu masuk area kandang.

  2. Sterilisasi Tempat Pakan & Minum: Cuci wadah pakan dan nipple/drinking trough setiap hari menggunakan air panas dan disinfektan aman (food grade).

  3. Air Minum Matang/Steril: Berikan air minum matang yang dicampur vitamin/probiotik khusus ternak pada hari-hari pertama untuk memperkuat mikrobioma usus baik sehingga bakteri jahat sulit berkembang.

Check-List Harian Bebas Bakteri

Kegiatan Sanitasi Frekuensi Tujuan
Pembersihan Kotoran 2–3 Kali Sehari Menjaga kandang tetap kering & memutus siklus bakteri
Disinfeksi Alat Minum 1 Kali Sehari Mencegah lumut dan koloni bakteri E. coli
Pemeriksaan Pusar Tiap Pagi Memastikan tidak ada pembengkakan, bau busuk, atau bernanah
Penggantian Pakan Sisa Tiap Sore Mencegah anak burung memakan pakan basi/berjamur

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Aturan Bebas Penggunaan AGP Antibiotic Growth Promoter
Gubuku - Di dunia peternakan modern, istilah AGP atau Antibiotic...
Read more
Cara Mengurus Izin Bangunan Gedung (PBG)
Gubuku - Bagi kamu peternak Gen Z yang mau terjun...
Read more
Standar Kebersihan Air Minum Ternak Sesuai Regulasi
Gubuku - Pernah gak kamu ngebayangin: pakan ternak udah pakai...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *