Gubuku – Buat kamu para peternak muda Gen Z yang lagi mencoba peluang bisnis eksotis ternak burung unta (ostrich), ada satu fakta penting yang wajib kamu tahu: fase awal setelah menetas adalah momen paling rawan. Anak burung unta (chick) yang baru menetas punya sistem imun yang masih sangat lemah dan sensitif banget terhadap infeksi bakteri.
Masalah paling umum yang sering bikin peternak pemula gigit jari adalah infeksi pusar (omphalitis/mushy chick disease) dan infeksi pencernaan akibat lingkungan kandang yang kotor.
Tenang, kamu gak perlu panik! Biar investasi dan perjuangan menetaskan telur burung unta gak sia-sia, simak panduan lengkap cara merawat anak burung unta baru menetas agar bebas dari serangan bakteri berikut ini!
1. Perawatan Tali Pusar (Navel Care) Sejak Menit Pertama
Saat anak burung unta baru keluar dari cangkang, saluran pusarnya masih terbuka dan menjadi “pintu masuk utama” bagi bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Staphylococcus.
-
Oleskan Disinfektan Pusar: Segera semprot atau celupkan sisa tali pusar dengan larutan Iodine/Betadine 7%–10% sesaat setelah menetas. Langkah ini krusial buat membunuh bakteri sekaligus mempercepat pengeringan tali pusar.
-
Ulangi Secara Berkala: Lakukan pengolesan antiseptik ini 1–2 kali sehari selama 3 hari pertama sampai area pusar benar-benar menutup sempurna dan kering.
2. Manajemen Brooder & Temperatur Suhu Kandang
Anak burung unta belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri (thermoregulation). Kalau kedinginan atau terlalu panas, mereka gampang stres dan daya tahannya langsung drop, bikin bakteri makin gampang menyerang.
Standar Suhu & Kelembapan
-
Minggu ke-1: Pasang suhu brooder (kandang pemanas) di angka dengan kelembapan di bawah .
-
Penurunan Suhu: Turunkan suhu secara bertahap sekitar setiap minggunya seiring bertambahnya usia anak burung.
Tips Gen Z: Gunakan lampu pemanas infrared atau pemanas keramik yang dikombinasikan dengan termometer digital/hygrometer. Hindari hembusan angin langsung (draft) ke dalam kandang.
3. Pakai Alas Kandang yang Tepat & Selalu Kering
Bakteri sangat menyukai area yang lembap dan kotor. Salah pilih alas kandang (bedding) bisa jadi petaka buat anak burung unta!
-
Alas Wajib: Gunakan karpet karet (rubber mat) bertumpuk kain handuk atau matras sintetis anti-slip pada 3–5 hari pertama. Ini membantu mencegah kaki anak burung terseliwer (spraddle leg) sekaligus gampang dibersihkan.
-
Hindari Serbuk Kayu/Pasir Halus: Anak burung unta punya sifat alami mematuk apa saja di sekitarnya. Memakai serbuk kayu atau pasir halus berisiko tertelan dan menyebabkan impaksi organ pencernaan (impaction) serta infeksi bakteri pencernaan.
-
Ganti Rutin: Ganti kain alas atau bersihkan matras karet minimal 2 kali sehari agar tidak ada tumpukan kotoran (feces) dan sisa air minum.
4. Biosekuriti & Sanitasi Peralatan Makan-Minum
Kontaminasi bakteri sering kali datang dari tangan peternak atau wadah pakan yang kurang higienis.
-
Cuci Tangan & Gunakan Sepatu Khusus: Selalu cuci tangan pakai sabun antiseptik atau gunakan hand sanitizer sebelum memegang anak burung unta. Sediakan footbath (tempat desinfeksi alas kaki) di pintu masuk area kandang.
-
Sterilisasi Tempat Pakan & Minum: Cuci wadah pakan dan nipple/drinking trough setiap hari menggunakan air panas dan disinfektan aman (food grade).
-
Air Minum Matang/Steril: Berikan air minum matang yang dicampur vitamin/probiotik khusus ternak pada hari-hari pertama untuk memperkuat mikrobioma usus baik sehingga bakteri jahat sulit berkembang.


