Gubuku – Buat kamu para peternak muda Gen Z yang lagi ngepopulerin bisnis ternak modern, proses distribusi atau pengiriman hewan ternak itu nggak bisa dianggap sepele. Mengirim sapi, kambing, domba, maupun unggas dari farm ke pembeli atau rumah potong hewan (RPH) punya risiko besar kalau asal angkut.
Salah penanganan selama perjalanan bisa bikin ternak mengalami stres berat, dehidrasi, cidera, penurunan bobot tubuh (shrinkage), bahkan kematian!
Di dunia peternakan internasional maupun nasional, ada yang namanya Animal Transport Standard (Standar Pengangkutan Hewan) yang berlandaskan prinsip Animal Welfare (Kesejahteraan Hewan). Yuk, pahami aturan dan standar lengkapnya biar proses pengiriman ternak kamu aman, minim risiko, dan tetap cuan!
5 Prinsip Kebebasan Hewan dalam Pengangkutan (Five Freedoms)
Sebelum masuk ke teknis armada, kamu wajib paham prinsip dasar kesejahteraan hewan selama di perjalanan:
-
Bebas dari Rasa Lapar dan Dahaga: Akses pakan dan air minum cukup sebelum dan selama perjalanan panjang.
-
Bebas dari Rasa Ketidaknyamanan: Luas ruang angkut harus pas, tidak berdesak-desakan, dan punya sirkulasi udara baik.
-
Bebas dari Rasa Sakit, Cedera, dan Penganiayaan: Desain truk aman, tanpa tonjolan tajam, dan tidak mengandalkan kekerasan saat memuat ternak.
-
Bebas Mengekspresikan Perilaku Alami: Hewan bisa berdiri dan berbaring dalam posisi alami.
-
Bebas dari Rasa Takut dan Stres: Penanganan handling yang tenang tanpa membuat hewan panik.
Spesifikasi & Standar Armada Pengangkut Ternak
Mobil pick-up atau truk yang dipakai untuk mengangkut ternak wajib memenuhi standar teknis berikut:
1. Ventilasi & Sirkulasi Udara
-
Bak truk wajib punya celah ventilasi udara yang cukup. Jangan pernah menutup rapat bak truk dengan terpal tebal tanpa celah karena bisa bikin ternak mati lemas akibat panas (heat stress).
2. Lantai Anti-Selip (Anti-Slip Flooring)
-
Flooring bak kendaraan harus dilapisi karpet karet atau diberi taburan serbuk kayu/jerami tebal. Lantai yang licin bikin ternak gampang terpeleset, patah kaki, atau tertindih.
3. Kepadatan Ruang (Stocking Density)
-
Jangan terlalu padat! Hitung kapasitas kendaraan secara proporsional.
-
Sebagai patokan, sapi bobot butuh ruang minimal per ekor. Kepadatan berlebih akan meningkatkan suhu tubuh hewan dan risiko cederanya tinggi.
Tahapan Persiapan & Pelaksanaan Pengangkutan
Lakukan langkah-langkah sistematis ini sebelum armada berangkat:
Step 1: Pemeriksaan Kesehatan & Dokumen Persyaratan
-
Wajib ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas peternakan/dokter hewan setempat untuk memastikan ternak bebas penyakit menular.
-
Hindari mengangkut hewan yang sedang sakit parah, cedera, atau dalam kondisi bunting tua.
Step 2: Manajemen Pakan & Istirahat (Pre-Loading)
-
Beri pakan dan air minum yang cukup 2–3 jam sebelum dimuat.
-
Hindari memberi pakan berlebih tepat sebelum naik truk untuk mencegah hewan muntah atau mual selama perjalanan.
Step 3: Proses Naiknya Ternak (Loading)
-
Gunakan papan seluncur (loading ramp) dengan kemiringan maksimal .
-
Naikkan ternak secara perlahan. Dilarang keras memukul, menarik ekor secara kasar, atau menyengat listrik berlebihan.


