Bio-Char (Arang Aktif) pada Pakan Mencegah Kembung

Ternaktani
Ternaktani
September 7, 2026 2 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu yang lagi menekuni bisnis peternakan—khususnya kambing, domba, atau sapi—pasti tahu banget seberapa nakalnya penyakit kembung (bloat). Masalah pencernaan ini bisa muncul mendadak gara-gara pakan hijau basah atau fermentasi yang kurang sempurna. Kalau dibiarkan, kembung gak cuma bikin ternak stres, tapi juga bisa fatal.

Nah, daripada terus-terusan mengandalkan obat kimia mahal, ada solusi alami berbasis sains yang lagi hype di kalangan peternak modern: Bio-Char (Arang Aktif).

Gak cuma ramah di kantong, pakan campuran bio-char ini terbukti ampuh menyerap gas berlebih dan menjaga sistem pencernaan ternak tetap sehat. Yuk, bedah cara kerjanya dan trik penggunaannya yang benar!

Apa Itu Bio-Char dan Kenapa Ampuh Buat Pencernaan Ternak?

Bio-char adalah arang berbahan organik (seperti tempurung kelapa, sekam padi, atau kayu keras) yang diproses melalui pemanasan suhu tinggi tanpa oksigen (pirolisis). Hasilnya adalah material berpori halus yang punya daya serap super tinggi.

Ketika masuk ke dalam sistem pencernaan ternak (khususnya organ rumen), bio-char bekerja bak “spons pembersih”:

  • Menyerap Gas Berlebih: Mengikat gas metana dan karbondioksida hasil fermentasi pakan yang memicu kembung.

  • Menetralkan Racun (Misotoksin): Membantu mengikat zat beracun dari pakan yang berjamur atau bergaram tinggi.

  • Menstabilkan pH Rumen: Menjaga kadar asam lambung tetap seimbang agar mikroba baik bisa bekerja maksimal mengurai makanan.

Trik Menggunakan Bio-Char pada Pakan Ternak

Penggunaan arang aktif gak boleh asal sebar. Ada takaran presisi agar manfaatnya maksimal tanpa mengganggu penyerapan nutrisi harian ternak.

1. Pilih Jenis Bio-Char yang Tepat

Gunakan bio-char berbahan dasar tempurung kelapa atau kayu keras non-kimia. Pastikan arang sudah ditumbuk menjadi bubuk halus (ukuran partikel micro/mesh) agar mudah tercampur merata dengan pakan.

Baca Juga  Trik Mencegah Tikus Masuk ke Dalam Area Budidaya Jangkrik

2. Dosis Takaran Aman (0.5% – 1%)

Gunakan aturan main $0.5\%\text{–}1\%$ dari total bobot pakan kering yang diberikan harian.

  • Contoh: Jika kebutuhan pakan konsentrat kering ternak adalah $1\text{ kg}$ per hari, cukup campurkan $5\text{–}10\text{ gram}$ bubuk bio-char.

3. Metode Pencampuran

  • Pakan Konsentrat: Aduk bubuk bio-char secara merata ke dalam pakan olahan/konsentrat sebelum diberikan.

  • Sistem Komposisi Basah (Compost Feed): Jika menggunakan pakan pakan rumput basah atau silase, larutkan dulu bio-char dengan sedikit air atau molase (tetes tebu) lalu semprotkan tipis-tipis ke pakan.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *