Gubuku – Lagi cari ide bisnis peternakan yang beda dari biasanya, bernilai tinggi, sekaligus punya misi konservasi? Beternak Rusa Bawean (Axis kuhlii) atau Rusa Timor (Rusa timorensis) skala penangkaran resmi bisa jadi pilihan investasi yang super menarik buat kamu para young entrepreneurs!
Selain punya nilai jual tinggi (mulai dari daging, tanduk/velvet, sampai indukan untuk hobi/wisata), memelihara satwa ini gak boleh asal-asalan karena statusnya tergolong satwa yang dilindungi. Tapi tenang, asal lewat jalur Penangkaran Resmi BKSDA, bisnis ini 100% legal dan legalitasnya dijamin hukum.
Yuk, pahami langkah-langkah dasar dan cara penangkarannya di bawah ini!
1. Pahami Dulu Rules Legalitasnya (Langkah Wajib!)
Karena Rusa Bawean dan Rusa Timor masuk dalam daftar satwa yang dilindungi undang-undang di Indonesia, kamu tidak boleh mengambil bibit langsung dari alam liar secara liar.
Alur Izin Penangkaran Resmi BKSDA:
-
Proposal Penangkaran: Buat proposal pengajuan penangkaran yang berisi rencana lokasi, jumlah modal, fasilitas kandang, dan sistem pemeliharaan.
-
Pengajuan ke BKSDA: Serahkan proposal ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tingkat provinsi/wilayah setempat.
-
Pemeriksaan Lapangan: Tim BKSDA bakal datang mengecek kesiapan lokasi dan fasilitas kandang kamu.
-
Izin Usaha Penangkaran (SITP): Jika lolos verifikasi, kamu bakal dapat Surat Izin Menangkap/Membawa/Memelihara Satwa Liar untuk penangkaran.
-
Asal-usul Bibit (F1 & F2): Bibit awal (indukan) wajib dibeli dari penangkar resmi yang sudah berizin (diberi sertifikat dan tagging). Hasil anak turunan kedua (generasi F2) dari penangkaran inilah yang nantinya legal untuk diperjualbelikan.
2. Syarat Desain Kandang Penangkaran yang Ideal
Rusa adalah hewan liar yang gampang stres (easily spooked) dan jago melompat. Jadi, konstruksi kandang harus benar-benar diperhatikan:
-
Pagar Keliling yang Tinggi: Pagar luar area penangkaran minimal setinggi 2,5 hingga 3 meter. Gunakan kawat harmonika/galvanis yang kuat dilapisi jaring penahan agar rusa tidak cedera saat menabrak pagar.
-
Luas Area: Untuk sistem semi-intensif, sediakan lahan minimal per ekor rusa agar mereka bisa bergerak bebas dan tidak stres.
-
Area Peneduh & Persembunnyian: Rusa butuh tempat berteduh dari hujan/panas dan semak-semak/pohon rimbun untuk tempat bersembunyi, terutama saat induk hendak melahirkan.
-
Sistem Zonasi Kandang: Segregasi area menjadi 3 bagian: kandang kelompok umum, kandang isolasi/karantina (untuk rusa sakit atau baru datang), dan kandang melahirkan/pemeriksaan.
3. Manajemen Pakan dan Nutrisi Harian
Rusa tergolong hewan ruminansia (pemamah biak) layaknya kambing atau sapi, tapi pakan mereka cenderung lebih fleksibel:
Tips Gen Z Peternak: Jangan berikan rumput yang masih basah oleh embun pagi secara langsung. Layukan rumput terlebih dahulu beberapa jam untuk mencegah gangguan pencernaan seperti kembung (bloat).
4. Perawatan Kesehatan & Penanganan Stres
Rusa punya daya tahan tubuh yang relatif kuat terhadap penyakit dibanding hewan ternak biasa, tapi masalah utama penangkaran adalah stres.
-
Jaga Ketenangan Lingkungan: Hindari kebisingan berlebih seperti suara klakson, mesin pabrik, atau hewan pemangsa (seperti anjing liar) di sekitar area penangkaran.
-
Sanitasi Berkala: Bersihkan sisa pakan busuk dan genangan air setiap hari untuk mencegah timbulnya parasit atau parasit cacing.
-
Pemberian Obat Cacing: Lakukan deworming rutin setiap 3–6 bulan sekali lewat campuran pakan atau minum.


