Cara Beternak Rusa Bawean Rusa Timor Skala Penangkaran

Ternaktani
Ternaktani
October 3, 2026 4 Min Read 0

Gubuku – Lagi cari ide bisnis peternakan yang beda dari biasanya, bernilai tinggi, sekaligus punya misi konservasi? Beternak Rusa Bawean (Axis kuhlii) atau Rusa Timor (Rusa timorensis) skala penangkaran resmi bisa jadi pilihan investasi yang super menarik buat kamu para young entrepreneurs!

Selain punya nilai jual tinggi (mulai dari daging, tanduk/velvet, sampai indukan untuk hobi/wisata), memelihara satwa ini gak boleh asal-asalan karena statusnya tergolong satwa yang dilindungi. Tapi tenang, asal lewat jalur Penangkaran Resmi BKSDA, bisnis ini 100% legal dan legalitasnya dijamin hukum.

Yuk, pahami langkah-langkah dasar dan cara penangkarannya di bawah ini!

1. Pahami Dulu Rules Legalitasnya (Langkah Wajib!)

Karena Rusa Bawean dan Rusa Timor masuk dalam daftar satwa yang dilindungi undang-undang di Indonesia, kamu tidak boleh mengambil bibit langsung dari alam liar secara liar.

Alur Izin Penangkaran Resmi BKSDA:

  1. Proposal Penangkaran: Buat proposal pengajuan penangkaran yang berisi rencana lokasi, jumlah modal, fasilitas kandang, dan sistem pemeliharaan.

  2. Pengajuan ke BKSDA: Serahkan proposal ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tingkat provinsi/wilayah setempat.

  3. Pemeriksaan Lapangan: Tim BKSDA bakal datang mengecek kesiapan lokasi dan fasilitas kandang kamu.

  4. Izin Usaha Penangkaran (SITP): Jika lolos verifikasi, kamu bakal dapat Surat Izin Menangkap/Membawa/Memelihara Satwa Liar untuk penangkaran.

  5. Asal-usul Bibit (F1 & F2): Bibit awal (indukan) wajib dibeli dari penangkar resmi yang sudah berizin (diberi sertifikat dan tagging). Hasil anak turunan kedua (generasi F2) dari penangkaran inilah yang nantinya legal untuk diperjualbelikan.

2. Syarat Desain Kandang Penangkaran yang Ideal

Rusa adalah hewan liar yang gampang stres (easily spooked) dan jago melompat. Jadi, konstruksi kandang harus benar-benar diperhatikan:

  • Pagar Keliling yang Tinggi: Pagar luar area penangkaran minimal setinggi 2,5 hingga 3 meter. Gunakan kawat harmonika/galvanis yang kuat dilapisi jaring penahan agar rusa tidak cedera saat menabrak pagar.

  • Luas Area: Untuk sistem semi-intensif, sediakan lahan minimal per ekor rusa agar mereka bisa bergerak bebas dan tidak stres.

  • Area Peneduh & Persembunnyian: Rusa butuh tempat berteduh dari hujan/panas dan semak-semak/pohon rimbun untuk tempat bersembunyi, terutama saat induk hendak melahirkan.

  • Sistem Zonasi Kandang: Segregasi area menjadi 3 bagian: kandang kelompok umum, kandang isolasi/karantina (untuk rusa sakit atau baru datang), dan kandang melahirkan/pemeriksaan.

Baca Juga  Mengamankan Modal Usaha Ternak dari Risiko Wabah Penyakit

3. Manajemen Pakan dan Nutrisi Harian

Rusa tergolong hewan ruminansia (pemamah biak) layaknya kambing atau sapi, tapi pakan mereka cenderung lebih fleksibel:

Jenis Pakan Contoh Pakan Persentase / Catatan
Hijauan (Utama) Rumput gajah, rumput odot, daun nangka, daun lamtoro, dan rambutan dari total pakan harian ( dari berat badan)
Pakan Penguat (Konsentrat) Dedak halus, ampas tahu, atau pakan pelet ruminansia untuk mempercepat pertumbuhan dan kualitas tanduk
Mineral & Air Mineral block (garam jilatan) dan air bersih ad-libitum Wajib selalu tersedia di kandang untuk mencegah defisiensi mineral

Tips Gen Z Peternak: Jangan berikan rumput yang masih basah oleh embun pagi secara langsung. Layukan rumput terlebih dahulu beberapa jam untuk mencegah gangguan pencernaan seperti kembung (bloat).

4. Perawatan Kesehatan & Penanganan Stres

Rusa punya daya tahan tubuh yang relatif kuat terhadap penyakit dibanding hewan ternak biasa, tapi masalah utama penangkaran adalah stres.

  1. Jaga Ketenangan Lingkungan: Hindari kebisingan berlebih seperti suara klakson, mesin pabrik, atau hewan pemangsa (seperti anjing liar) di sekitar area penangkaran.

  2. Sanitasi Berkala: Bersihkan sisa pakan busuk dan genangan air setiap hari untuk mencegah timbulnya parasit atau parasit cacing.

  3. Pemberian Obat Cacing: Lakukan deworming rutin setiap 3–6 bulan sekali lewat campuran pakan atau minum.

Do’s & Don’ts Penangkaran Rusa

Do’s (Wajib Dilakukan) Don’ts (Pantangan Dilarang)
Selalu catat silsilah (pedigree) pendaftaran kelahiran anak rusa untuk laporan BKSDA Dilarang membeli bibit rusa polosan tanpa sertifikat resmi (bisa kena sanksi pidana)
Siapkan penanganan khusus pada pejantan saat musim kawin (cenderung lebih agresif) Dilarang mencampur rusa jantan dewasa dalam jumlah banyak di satu ruang sempit
Pasang sirkulasi air minum yang terus mengalir (fresh water) Dilarang memotong tanduk rusa sembarangan tanpa prosedur medis/instruksi ahli
Baca Juga  Mengenal Jenis-Jenis Sapi Perah Unggulan dan Cara Perawatannya

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kopi Liberika sebagai Komoditas Kopi Unik
Gubuku-Kopi Liberika (Coffea liberica) merupakan salah satu jenis kopi yang...
Read more
Potensi Tanaman Karet untuk Industri Berbasis Lateks
Gubuku-Tanaman karet merupakan salah satu komoditas perkebunan yang punya nilai...
Read more
Potensi Tanaman Teh Putih untuk Pasar Premium
Gubuku-Teh putih merupakan salah satu jenis teh yang memiliki karakter...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *