Gubuku – Pernah lihat tumpukan media tanam jamur (baglog) bekas yang menumpuk di sekitar peternakan atau pengolah jamur? Buat sebagian orang, itu cuma sampah organik yang bikin kotor. Tapi buat peternak milenial dan Gen Z yang cerdas, limbah baglog jamur adalah harta karun pakan murah!
Di tengah melonjaknya harga pakan pabrikan dan makin sulitnya nyabit rumput di musim kemarau, memanfaatkan limbah baglog jamur jadi pakan ternak ruminansia (sapi, kambing, domba) adalah solusi zero waste yang super efisien.
Penasaran gimana cara mengolahnya biar ternak lahap dan tetap sehat? Simak panduan praktisnya di bawah ini!
Kenapa Limbah Baglog Jamur Bagus Buat Ternak?
Baglog jamur biasanya terbuat dari serbuk gergaji, dedak, kalsium, dan bahan organik lainnya. Setelah dipakai panen jamur beberapa kali, miselium jamur sebenarnya sudah memecah serat kasar kayu menjadi senyawa yang lebih gampang dicerna.
Berikut beberapa alasan kenapa limbah baglog cocok jadi pakan alternatif:
-
Kaya Nutrisi Sisa: Masih mengandung protein kasar, serat, dan asam amino hasil metabolisme jamur.
-
Mengurangi Biaya Pakan: Bisa menghemat anggaran pakan harian sampai .
-
Ramah Lingkungan: Menerapkan konsep circular economy alias memanfaatkan limbah pertanian jadi sesuatu yang bernilai jual.
Catatan Penting: Limbah baglog jamur tidak bisa langsung diberikan mentah-mentah ke ternak dalam jumlah banyak. Bahan ini harus diolah atau difermentasi dulu biar makin aman dan teksturnya disukai ternak.
Persiapan Bahan dan Alat
Sebelum mulai mengeksekusi, siapkan bahan-bahan sederhana yang gampang dicari berikut ini:
Bahan-bahan:
-
Limbah Baglog Jamur: (keluarkan dari plastik klipnya dan hancurkan gumpalannya).
-
Dedak Padi / Katul: (sumber karbohidrat cepat buat bakteri fermentasi).
-
Molase / Tetes Tebu: (bisa diganti gula merah cair).
-
Starter Fermentasi (EM4 Peternakan / Probiotik): .
-
Air Bersih: Secukupnya (sekitar , tergantung kelembapan baglog).
Alat-alat:
-
Plastik/Terpal besar buat mencampur bahan.
-
Tong plastik kedap udara (drum anaerobic) atau kantong plastik tebal (silo).
-
Gembor/sprayer air.
Langkah-Langkah Pengolahan Baglog Jadi Pakan (Metode Fermentasi Silase)
Proses fermentasi ini bertujuan buat menaikkan kadar protein, melunakkan serat, dan menghilangkan bau apek pada limbah.
Step 1: Sorting & Crushing (Pembersihan)
Buka semua plastik bungkus baglog. Pastikan TIDAK ADA plastik, staples, atau bagian yang berjamur hitam/hijau busuk yang ikut terolah. Hancurkan gumpalan baglog sampai menjadi serbuk rekaan yang agak halus.
Step 2: Mixing (Pencampuran Bahan Kering)
Tebar limbah baglog yang sudah dihancurkan di atas terpal. Taburkan dedak padi secara merata di atasnya, lalu aduk sampai tercampur rata.
Step 3: Preparation Starter (Campuran Cairan Probiotik)
Larutkan EM4 peternakan dan molase ke dalam air. Diamkan cairan ini selama agar bakteri baiknya “bangun”.
Step 4: Spraying & Moistening (Pengaturan Kelembapan)
Siramkan larutan probiotik ke atas campuran baglog dan dedak menggunakan gembor/sprayer sambil diaduk rata.
-
Cek Kelembapan Ideal (): Kepal campuran bahan dengan tangan. Kalau digenggam membentuk gumpalan tapi tidak meneteskan air, berarti kadar airnya sudah pas!
Step 5: Packing & Fermentation (Proses Analogi Silase)
Masukkan campuran ke dalam tong plastik atau kantong plastik tebal. Padatkan sepadat mungkin biar tidak ada udara tersisa di dalam (kondisi anaerob). Ikat kantong atau tutup rapat tong plastik.
Simpan di tempat yang teduh, terhindar dari sinar matahari langsung dan hujan selama 7–14 hari.
Ciri-Ciri Pakan Baglog Jamur yang Berhasil
Setelah , buka wadah pakan dan cek kualitasnya:
-
Aroma: Berbau harum asam manis khas tape/silase (bukan bau busuk atau bau got).
-
Warna: Cokelat terang atau relatif seragam, tidak ada jamur hitam/putih tebal baru.
-
Tekstur: Agak lembut, renyah, dan tidak menggumpal lengket.
Cara Pemberian ke Ternak Ruminansia
Biar sistem pencernaan sapi atau kambing kamu tidak kaget, lakukan adaptasi pakan secara bertahap:
-
Minggu Pertama (Adaptasi): Campurkan pakan limbah baglog sebesar dari total pakan harian, sisanya tetap rumput/hijauan.
-
Minggu Kedua Dst: Porsi pakan baglog bisa ditingkatkan sampai dari kebutuhan pakan serat harian ternak.


