Cara Mengatasi Penyakit Swine Erysipelas pada Peternakan Babi

Ternaktani
Ternaktani
September 14, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Sebagai peternak babi muda atau Gen Z yang pengen bisnisnya lancar dan anti-flop, nemuin ternak tiba-tiba demam tinggi atau kulitnya bentol-bentol merah pasti bikin deg-degan. Kalau kamu ngeliat tanda-tanda ini di kandang, besar kemungkinannya ternak kamu kena Swine Erysipelas!

Penyakit yang sering disebut penyakit “kulit berlian” (diamond skin disease) ini disebabkan oleh bakteri Erysipelothrix rhusiopathiae. Bakteri ini tergolong cukup tangguh karena bisa bertahan lama di tanah atau kotoran kandang.

Tapi gak usah panik dulu! Biar aset dan cuan kamu gak amblas, yuk pahami gejala sampai trik ampuh penanganannya di bawah ini.

Kenali Gejalanya: Jangan Sampai Terkecoh!

Sebelum melangkah ke cara pengobatan, kamu harus tahu dulu jenis-jenis gejala yang muncul. Erysipelas ini punya 3 bentuk serangan utama:

  • Akut (Parah): Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 40–42°C), babi kelihatan lemas, malas jalan, dan paling khas: muncul bercak kemerahan/keunguan berbentuk belah ketupat (diamond) di kulit dalam waktu 2–3 hari.

  • Kronis (Menahun): Biasanya babi selamat dari fase akut, tapi menyisakan masalah kelumpuhan/pembengkakan pada sendi (radang sendi) atau gangguan pada katup jantung.

  • Ringan/Subakut: Cuma muncul bentol merah tipis tanpa demam parah, lalu perlahan menghilang sendiri.

4 Langkah Cepat Mengatasi Swine Erysipelas

Kalau kamu mulai melihat ada indikasi babi yang terinfeksi, segera lakukan langkah penanganan darurat berikut:

1. Pisahkan Babi yang Sakit (Isolasi)

Bakteri Erysipelas gampang banget menular lewat air liur, urin, kotoran, atau luka terbuka. Begitu ada yang nunjukin gejala kulit merah atau demam, langsung pindahkan ke kandang karantina khusus. Jangan biarkan campur dengan babi yang sehat!

2. Berikan Penanganan Antibiotik yang Tepat

Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri, senjata utamanya adalah Antibiotik.

  • Pilihan Utama: Antibiotik golongan Penicillin sangat efektif untuk membasmi bakteri ini.

  • Waktu Penanganan: Berikan suntikan secepat mungkin begitu gejala demam/kulit merah terlihat. Makin cepat diobati (dalam 24 jam pertama), peluang sembuhnya makin tinggi.

  • Konsultasi: Jangan ragu buat koordinasi sama Mantri Hewan atau Dokter Hewan setempat buat menentukan dosis suntikan yang presisi.

Baca Juga  Membangun Bak Pengendapan Kotoran Cair Peternakan Sapi

3. Sterilkan Kandang dan Peralatan

Bakteri penyebab Erysipelas tahan banting di lingkungan lembap. Lakukan pembersihan total (deep cleaning):

  • Semprot kandang dan alat-alat dengan disinfektan yang mengandung quaternary ammonium, fenol, atau larutan pemutih (klorin).

  • Bersihkan sisa-sisa kotoran menumpuk yang bisa jadi sarang bakteri.

4. Berikan Perawatan Suportif

Babi yang sedang demam biasanya malas makan dan minum.

  • Pastikan akses air bersih selalu tersedia.

  • Tambahkan vitamin (terutama Vitamin C & B-Complex) dan elektrolit ke dalam air minum untuk mendongkrak daya tahan tubuhnya.

  • Kalau perlu, berikan obat penurun panas (analgesik/antipiretik) sesuai petunjuk obat veteriner.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *