Gubuku – Biaya pakan makin melambung tinggi? Buat kamu para peternak milenial dan Gen Z, kuncinya bukan cuma pasrah, tapi harus pinter-pinter cari pakan alternatif local wisdom yang melimpah dan ramah di kantong. Nah, salah satu bahan ’emas hijau’ yang gampang banget ditemuin di wilayah timur Indonesia adalah batang sagu (Metroxylon sagu).
Batang sagu kaya akan kandungan pati yang bisa jadi sumber karbohidrat utama menggantikan sebagian porsi jagung atau dedak. Biar nggak bingung dan bisa langsung dipraktikkan, yuk simak panduan cara mengolah batang sagu jadi pakan babi yang bergizi tinggi!
Kenapa Batang Sagu Bagus Buat Pakan Babi?
Sebelum masuk ke teknis, kamu perlu tahu dulu nilai plus dari bahan lokal yang satu ini:
-
Tinggi Karbohidrat: Memberikan energi instan buat pertumbuhan babi biar cepat bongsor.
-
Sangat Hemat Biaya: Mengurangi porsi pakan pabrikan secara signifikan, bikin margin profit ternak kamu makin tebal.
-
Ketersediaan Melimpah: Mudah didapat di daerah yang punya potensi hutan/kebun sagu luas.
Catatan Penting: Batang sagu punya kadar serat kasar yang cukup tinggi dan protein yang minim. Jadi, wajib diolah dulu (difermentasi) biar teksturnya lembut, gampang dicerna babi, dan nutrisinya meningkat!
Langkah-Langkah Mengolah Batang Sagu Jadi Pakan Babi
Biar hasilnya maksimal dan nggak bikin babi sembelit/diare, ikuti 4 tahap pengolahan di bawah ini:
1. Penebangan & Pengulitan
Pilih batang sagu yang sudah cukup umur (biasanya sebelum atau menjelang pembungaan karena kandungan patinya paling maksimal). Kupas kulit luar yang keras hingga tersisa bagian dalam umbut sagu yang berwarna putih netral.
2. Penebasan & Parut/Cacah (Pencacahan)
Potong-potong batang sagu menjadi ukuran kecil. Masukkan ke dalam mesin parut sagu atau chupper (pencacah pakan) sampai teksturnya berubah jadi remah-remah halus atau tepung sagu basah. Semakin halus teksturnya, semakin gampang bakteri baik bekerja saat fermentasi nanti.
3. Racik Bahan Tambahan (Formulasi Pakan)
Ingat, sagu cuma nyediain karbohidrat. Kamu wajib mencampurnya dengan sumber protein dan vitamin.
-
Bahan Karbohidrat: Remahan batang sagu ($60\text{–}70\%$)
-
Bahan Protein: Tepung ikan, bungkil kedelai, atau konsentrat pakan ($15\text{–}20\%$)
-
Bahan Serat & Mineral: Dedak halus / daun-daunan terfermentasi ($10\text{–}15\%$)
-
Cairan Starter Fermentasi: Larutan EM4 Ternak + Molase/Gula Merah + Air secukupnya.
4. Proses Fermentasi (Anaerob)
-
Aduk rata remahan sagu dengan bahan tambahan dan perciki cairan starter sampai kelembapan mencapai sekitar $30\text{–}40\%$ (dipegang menggumpal tapi nggak sampai meneteskan air).
-
Masukkan adonan ke dalam drum/wadah kedap udara (sistem an-aerob).
-
Padatkan adonan sampai tidak ada rongga udara tersisa, lalu tutup rapat.
-
Diamkan selama 3 hingga 5 hari.
Ciri-Ciri Pakan Sagu Fermentasi yang Berhasil
Setelah masa fermentasi selesai, buka wadah dan cek indikator berikut:
-
Aroma: Wangi manis keasaman khas tape/fermentasi (bukan bau busuk atau tengik).
-
Tekstur: Terasa lebih empuk, tidak menggumpal keras, dan tidak ada jamur berwarna hitam/hijau (jamur putih tipis masih wajar).
-
Suhu: Terasa hangat saat pertama dibuka.


