Gubuku – Lagi asyik-asyik mantau perkembangan ayam di kandang, eh tiba-tiba denger suara ngorok massal? Terus berat badan ayam malah stuck dan beberapa di antaranya langsung drop?
Hati-hati! Jangan langsung nuduh itu cuma flu biasa atau sekadar snot. Bisa jadi populasi ayam kamu lagi diserang penyakit pernapasan yang sering bikin peternak geleng-geleng kepala: Ornitobacterium Rhinotracheale alias ORT.
Penyakit ini ibarat silent killer di peternakan ayam modern. Kalau gak ditangani dengan cepat dan tepat, bukan cuma kesehatan ayam yang berantakan, tapi kantong kamu juga bisa ikut “rungkad” karena biaya pakan yang terbuang sia-sia.
Yuk, pahami apa itu ORT, gejala khasnya, dan gimana cara mengobatinya sampai tuntas!
Apa Itu Penyakit ORT (Ornitobacterium Rhinotracheale)?
Secara simpel, ORT adalah penyakit pernapasan pada unggas (terutama ayam broiler dan petelur) yang disebabkan oleh bakteri gram-negatif bernama Ornitobacterium rhinotracheale.
Bakteri ini suka banget menyerang organ pernapasan dalam, seperti paru-paru dan kantong udara (air sac). Yang bikin makin ribet, ORT sering datang barengan sama penyakit lain—seperti ND, IB, atau E. coli—sehingga bikin gejalanya kelihatan makin parah (infeksi sekunder).
Gejala Khas ORT yang Wajib Kamu Waspadai
Biar gak salah mendiagnosis, ini beberapa gejala klinis yang sering muncul saat ayam terinfeksi ORT:
-
Ayam Ngorok & Bersin: Suara napas mendengkur (gasping) atau ngorok yang terdengar makin jelas pas malam hari.
-
Nafsu Makan Drop Parah: Ayam jadi malas mendekati tempat pakan, bikin badan mereka kelihatan lesu dan kurus.
-
Muka Bengkak & Keluar Cairan: Bagian sekitar mata atau hidung kelihatan bengkak dan kadang berlendir.
-
Pertumbuhan Terhambat: Feed Conversion Ratio (FCR) jadi membengkak karena pakan dikonsumsi tapi bobot ayam gak nambah.
-
Kematian Mendadak: Pada kasus yang parah atau komplikasi, tingkat kematian (mortality) di kandang bisa melonjak tiba-tiba.
🔍 Ciri Otopsi (Bedah Bangkai):
Kalau dilakukan bedah pada ayam yang mati, biasanya bakal ditemukan busa bertepung putih/kekuningan seperti keju di bagian kantong udara (air sac) dan paru-paru yang mengeras/meradang (pneumonia).
Faktor Pemicu Munculnya ORT di Kandang
Bakteri ORT gak muncul gitu aja tanpa sebab. Biasanya ada kondisi lingkungan kandang yang “mengundang” bakteri ini buat berkembang biak:
-
Amonia Terlalu Tinggi: Kotoran basah yang menumpuk bikin gas amonia naik dan merusak saluran pernapasan ayam.
-
Ventilasi Kandang Buruk: Udara pengap dan sirkulasi yang tersumbat bikin bakteri betah bertahan lama.
-
Kepadatan Kandang (Overcrowding): Populasi ayam yang terlalu padat bikin penularan lewat udara (airborne) makin cepat.
-
Perubahan Cuaca Ekstrem: Stres akibat suhu udara yang mendadak panas atau dingin bikin imun ayam drop.
Cara Pengobatan Penyakit ORT yang Efektif
Kalau ayam di kandang sudah terlanjur menunjukkan gejala ORT, jangan panik! Segera lakukan langkah-langkah pengobatan berikut:
1. Pemberian Antibiotik yang Tepat
Karena ORT disebabkan oleh bakteri, senjata utamanya adalah antibiotik. Namun, bakteri ORT terkenal cukup kebal (resisten) terhadap beberapa jenis antibiotik biasa.
-
Golongan yang Disarankan: Gunakan antibiotik golongan Doxycycline, Amoxicillin, Florfenicol, atau Tilmicosin (sesuai anjuran dokter hewan/mantri).
-
Metode Pemberian: Bisa dicampur lewat air minum selama 3–5 hari berturut-turut. Pastikan dosisnya tepat dan tidak dihentikan sebelum waktunya biar bakteri gak makin kebal.
2. Berikan Suplemen & Vitamin Penambah Imun
Bantu proses penyembuhan dengan memberikan suplemen vitamin C, vitamin A, dan elektrolit di air minum. Ini penting buat mengembalikan stamina ayam dan memperbaiki jaringan saluran pernapasan yang rusak.
3. Semprot Disinfektan Tipis (Kandang Terbuka/Tertutup)
Lakukan penyemprotan udara (fogging/spraying) menggunakan disinfektan yang aman untuk ayam (seperti golongan Quaternary Ammonium Compounds / QAC atau iodophor) untuk menekan jumlah bakteri yang melayang di udara.
Pencegahan Biar ORT Gak Balik Lagi (Biosekuriti ketat!)
Mengobati itu selalu lebih mahal daripada mencegah. Biar kandang kamu aman dari ancaman ORT di masa depan, terapkan checklist pencegahan ini:
-
Jaga Manajemen Litter (Alas Kandang): Usahakan litter tetap kering dan gak menggumpal biar gas amonia gak membumbung tinggi.
-
Atur Sirkulasi Udara: Pastikan kipas angin (pada closed house) atau tirai (pada open house) berfungsi maksimal.
-
Sanitasi Air Minum: Campurkan antiseptik/klorin secara rutin pada tandon air minum untuk membunuh bakteri yang bersarang di pipa.
-
Istirahat Kandang yang Cukup: Berikan jeda istirahat kandang minimal 14 hari setelah panen, lengkap dengan pembersihan total dan disinfeksi.
Kesimpulan: Cepat Deteksi, Cepat Tangani!
Penyakit ORT memang bisa bikin pusing, tapi bukan berarti gak bisa diatasi. Kunci utamanya ada di deteksi dini dan manajemen kebersihan kandang yang konsisten.
penulis: asil – SMKn 8 Bungo



