Gubuku – Bawang putih bukan sekadar bumbu penyedap dapur. Dibalik baunya yang menyengat, bawang putih mengandung senyawa aktif bernama Alisin (Allicin).
Alisin ini bekerja layaknya antibiotik, antiparasit, dan antibakteri alami. Begitu masuk ke organ pencernaan ternak, Alisin bakal langsung membasmi bakteri jahat (seperti E. coli dan Salmonella) tanpa merusak bakteri baik di usus.
Manfaat Utama Feed Additive Bawang Putih:
-
Meningkatkan Imun: Ternak gak gampang sakit pas cuaca ekstrem (pancaroba).
-
Nafsu Makan Meroket: Bikin ternak makin lahab makannya.
-
Mengurangi Bau Kotoran: Pencernaan yang sehat bikin kotoran ternak gak terlalu menyengat baunya.
-
Bebas Residu Kimia: Daging yang dihasilkan jadi lebih sehat dan punya nilai jual lebih tinggi.
Bahan dan Alat yang Perlu Disiapkan
Gak perlu laboratorium canggih, kamu cuma butuh barang-barang yang ada di rumah:
-
Bumbu Utama: 1 kg Bawang Putih segar (pilih yang tua dan mulus).
-
Bahan Pelarut/Ekstrak: 1 Liter Air bersih (air matang/air sumur jernih).
-
Starter Fermentasi (Opsional): 2–3 sendok makan Molase (tetes tebu) atau gula merah + 20 ml EM4 Peternakan (biar hasilnya makin maksimal).
-
Alat: Blender, wadah/toples kaca atau drum plastik kedap udara, dan kain saring.
Step-by-Step Cara Bikin Feed Additive Ekstrak Bawang Putih
Ada dua metode utama: Sederhana (Langsung Pakai) dan Metode Fermentasi (Tahan Lama). Kita bahas metode fermentasi yang paling direkomendasikan karena kandungannya lebih stabil!
1. Bersihkan & Cincang Bawang Putih
Kupas bawang putih dan cuci bersih dengan air mengalir. Setelah itu, potong kecil-kecil biar gampang pas diblender.
2. Haluskan (Blender)
Masukkan bawang putih ke dalam blender, tambahkan sedikit air dari takaran 1 liter tadi. Blender sampai benar-benar halus seperti pasta.
💡 Pro-Tip: Begitu bawang putih dihancurkan, senyawa Allicin baru akan terbentuk sempurna. Diamkan pasta bawang putih sekitar 10–15 menit sebelum dicampur air.
3. Racik Larutan
Campurkan sisa air, molase/gula merah, dan EM4 ke dalam wadah. Masukkan pasta bawang putih tadi ke dalamnya, lalu aduk rata.
4. Proses Fermentasi (3–5 Hari)
Tutup rapat wadah/toples. Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung selama 3 sampai 5 hari. Buka tutup wadah sebentar setiap hari sekali buat membuang gas hasil fermentasi.
5. Penyaringan & Penyimpanan
Setelah 5 hari, saring cairan menggunakan kain bersih. Cairan bening kecokelatan inilah yang disebut Feed Additive Ekstrak Bawang Putih. Simpan cairan ini di dalam botol tertutup rapat.
Cara Penggunaan ke Pakan atau Air Minum Ternak
Gak perlu banyak-banyak, dosisnya irit banget!
-
Via Air Minum: Campurkan 2–5 ml cairan ekstrak bawang putih ke dalam 1 liter air minum ternak. Berikan 2–3 kali seminggu.
-
Via Pakan: Semprotkan tipis-tipis larutan ekstrak (dosis ~1% dari total berat pakan) ke pakan racikan, lalu aduk rata sebelum diberikan ke ternak.



