Gubuku – Sirkulasi Udara Mantap: Posisi terangkat bikin angin mengalir lancar, bau amonia dari kotoran langsung terbuang ke bawah.
-
Kotoran Terpisah: Kotoran padat dan urine kambing bakal jatuh ke bawah lewat celah lantai, jadi tubuh kambing tetap bersih dan bebas kuman.
-
Bahan Kayu Ramah Kantong: Dibanding pakai baja ringan atau besi holo, bahan kayu jauh lebih murah, gampang didapat di sekitar rumah, dan gampang dipotong/dirangkai sendiri (DIY-friendly).
Bahan dan Peralatan yang Perlu Disiapkan
Gak usah beli kayu impor yang mahal. Pilih kayu lokal yang tahan cuaca dan rayap seperti kayu mahoni, kayu jati belanda, kayu kelapa (glugu), atau kayu albasia/sengon buat bagian rangka yang tidak menahan beban terlalu berat.
🛠️ Bahan-bahan:
-
Kayu Usuk/Balok (Ukuran 5×7 cm atau 6×12 cm): Untuk tiang utama dan rangka struktur.
-
Kaso/Papan Kayu: Untuk dinding dan lantai panggung.
-
Atap (Seng / Asbes / Gelombang Plastik): Pilih yang sesuai budget (seng/asbes hemat, tapi pastikan ventilasinya cukup).
-
Paku berbagai ukuran (5 cm, 7 cm, 10 cm).
-
Semen, pasir, dan batu bata/batu kali: Untuk pondasi tiang.
🧰 Alat Kerja:
-
Gergaji kayu, palu, meteran, waterpass (biar gak miring), dan bor/obeng.
Desain & Ukuran Ideal Kandang Panggung
Ukuran kandang harus disesuaikan sama jumlah kambing yang mau kamu pelihara. Sebagai patokan dasar:
-
Kambing Dewasa: Butuh ruang sekitar 1,5 m x 1 m per ekor.
-
Tinggi Panggung (Jarak lantai dari tanah): Idealnya 70 cm hingga 100 cm. Jangan terlalu rendah biar kamu gampang nyapu/ngambil kotoran di bawahnya, dan jangan terlalu tinggi biar kambing gak kesulitan naik.
-
Tinggi Atap Kandang: Minimal 2 meter dari lantai panggung biar sirkulasi udara gak pengap.
Langkah-Langkah Membuat Kandang Panggung Step-by-Step
Step 1: Bikin Pondasi Umpak (Biar Tiang Gak Cepat Lapuk)
Jangan tancapkan tiang kayu langsung ke dalam tanah! Tanah yang lembap bakal bikin tiang kayu cepat lapuk dan dimakan rayap.
-
Buat cor semen atau pasang batu kali/batu bata (umpak) setinggi 20–30 cm di atas permukaan tanah.
-
Tancapkan tiang kayu utama di atas umpak semen ini.
Step 2: Rangkai Rangka Utama Kandang
-
Sambungkan tiang-tiang utama menggunakan balok kayu ukuran tebal (misal 6×12 cm) untuk membentuk kerangka dasar kandang.
-
Gunakan waterpass biar posisi tiang benar-benar lurus tegak dan gak miring.
Step 3: Pasang Celah Lantai Panggung (Kunci Utama!)
Bagian lantai panggung ini super krusial. Gunakan papan kayu atau belahan bambu tebal.
-
Atur Celah Lantai: Beri jarak/celah antar papan lantai sekitar 1,5 cm sampai 2 cm.
-
Mengapa harus 1,5–2 cm? Celah ini pas banget buat kotoran dan urine jatuh ke bawah, tapi gak bikin kaki kambing kejepit atau terperosok.
Step 4: Bikin Dinding dan Sekat Kandang
-
Pasang papan kayu mendatar atau vertikal buat dinding luar dan sekat antar kamar kambing.
-
Beri celah sirkulasi udara pada dinding (jangan tertutup rapat 100%). Cukup tutup rapat bagian dinding yang terpapar langsung angin malam atau hujan lebat.
Step 5: Pasang Atap dan Tempat Pakan (Manger)
-
Atap: Bikin kemiringan atap yang cukup biar air hujan cepat mengalir turun dan gak bocor.
-
Tempat Pakan (Palungan): Gantung atau tempelkan tempat pakan kayu di bagian luar dinding depan kandang, setinggi dada kambing. Bikin celah dinding khusus biar kambing bisa mengeluarkan kepalanya buat makan tanpa bisa menginjak-injak pakannya.
💡 Pro-Tips Hemat Modal & Awet
-
Lapisi Kayu Pakai Oli Bekas: Sebelum dirangkai, olesi bagian tiang dan papan kayu dengan oli bekas motor/mobil. Ini rahasia peternak biar kayunya anti rayap, tahan air hujan, dan gak gampang lapuk tanpa perlu beli cat mahal!
-
Pasang Terpal/Jaring Bawah: Di bawah lantai panggung, pasang terpal miring atau jaring biar kotoran padat dan urine terkumpul otomatis di satu titik. Jadi kamu gak perlu repot nyapu kotoran di kolong kandang!



