Gubuku – Sebelum ngobatin, kamu wajib tahu dulu musuh yang lagi dihadapi. Mastitis terbagi jadi dua tipe:

  • Mastitis Subklinis (Si Diam-Diam Hanyut): Ambing fisik kelihatan normal dan gak bengkak, tapi kualitas susu merosot tajam. Susu gampang pecah pas dipanaskan.

  • Mastitis Klinis (Si Serangan Terbuka):

    • Ambing bengkak, memerah, terasa panas pas diraba, dan kambing bakal kesakitan/nendang pas mau diperah.

    • Warna susu berubah jadi agak kekuningan, encer, berbau amis/asam, bahkan ada gumpalan darah atau nanah.

    • Induk demam, lesu, dan gak mau makan.

2. Tes Sederhana Pakai CMT (California Mastitis Test)

Biar gak tebak-tebakan, kamu bisa deteksi mastitis sejak dini (terutama tipe subklinis) pakai reagen CMT atau sabun cuci piring cair cair yang diencerkan.

💡 Cara Cek Kilat:

Perah sedikit susu dari masing-masing puting ke wadah datar (paddle). Campur dengan cairan reagen CMT dengan perbandingan 1:1, lalu goyang perlahan. Kalau cairan berubah jadi kental kayak jel atau ada gumpalan, fix kambing kamu positif mastitis!

3. Step-by-Step Mengatasi Mastitis pada Kambing

Kalau induk kambing kamu udah terlanjur kena mastitis, lakukan tindakan darurat ini secepatnya:

Step 1: Isolasi dan Kosongkan Ambing

Pisahkan kambing yang sakit ke kandang karantina biar gak nularin bakteri ke induk lain. Perah susu sampai benar-benar habis (kosong) dari ambing yang terinfeksi. Susu hasil perahan dari kambing sakit ini wajib dibuang (dikubur/dibakar), jangan dipasarkan atau dikasih ke cempe!

Step 2: Kompres Air Hangat & Pijat Lembut

Kompres ambing yang bengkak pakai kain yang direndam air hangat selama 5–10 menit. Pijat perlahan dari atas ke arah puting untuk mengencerkan gumpalan susu di dalam dan melancarkan sirkulasi darah.

Baca Juga  Panduan Membangun Kandang Ideal yang Hemat Biaya

Step 3: Pengobatan Intramamari (Infeksi Bakteri)

Karena mayoritas mastitis disebabkan oleh bakteri (Staphylococcus atau Streptococcus), kamu butuh penanganan antibiotik:

  • Infeksi Ringan-Sedang: Gunakan antibiotik khusus ambing (intramammary tube) yang disuntikkan/didorong langsung masuk lewat lubang puting setelah ambing dikosongkan.

  • Infeksi Berat (Demam Tinggi): Panggil dokter hewan atau mantri ternak buat memberikan suntikan antibiotik sistemik dan antiinflamasi (pereda nyeri/bengkak) via otot (IM).

4. Trik Pencegahan Anti Rungkad (Biosekuriti)

Lebih baik mencegah daripada rugi berliter-liter susu, kan? Terapkan ritual wajib ini setiap kali proses pemerahan:

Ritual Pemerahan Langkah yang Wajib Dilakukan
Kebersihan Perah Cuci tangan pakai sabun dan bersihkan ambing pakai air hangat sebelum diperah.
Teat Dipping (Wajib!) Celupkan puting ke cairan antiseptik (iodine 0,5%) sebelum dan sesudah pemerahan.
Urutan Pemerahan Selalu perah kambing yang sehat terlebih dahulu, baru perah kambing yang tua/pernah sakit di urutan paling akhir.
Sanitasi Kandang Sapu dan semprot desinfektan di lantai kandang. Jangan biarkan kambing langsung rebahan di lantai basah/kotor seusai diperah (saat lubang puting masih terbuka).

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *