Gubuku – Buat kamu para equestrian, pemilik stables, atau pecinta kuda dari kalangan Gen Z, ada satu “musuh bebuyutan” yang wajib banget kamu waspadai: Penyakit Colic.
Colic sebenarnya bukan nama satu penyakit tunggal, melainkan istilah medis untuk gejala sakit perut hebat pada kuda. Masalahnya, sistem pencernaan kuda itu sangat sensitif dan unik. Kalau masalah pencernaan kecil dibiarkan begitu saja, colic bisa berubah jadi kondisi darurat yang mengancam nyawa dalam hitungan jam.
Biar gak panik saat menghadapi situasi darurat ini, yuk pahami trik mengenali gejala awal, pertolongan pertama, dan langkah penanganan colic yang tepat!
Kenapa Colic Sangat Berbahaya Bagi Kuda?
Berbeda dengan manusia atau hewan lain yang bisa muntah saat perutnya bermasalah, kuda secara anatomis tidak bisa muntah.
Sistem usus kuda juga sangat panjang dan mudah terpelintir (torsion), tersumbat pakan (impaction), atau kembung akibat gas berlebih (gas colic). Ketika ada penumpukan gas atau sumbatan, tekanan di dalam perut akan meningkat drastis dan memicu rasa sakit luar biasa.
Gejala Awal Colic yang Wajib Kamu Pahami
Kuda gak bisa ngomong kalau perutnya sakit, tapi tubuh mereka bakal memberikan sinyal “SOS”. Perhatikan tanda-tanda berikut:
-
Perilaku Gelisah: Kuda sering menoleh ke arah perutnya (flank watching), mengais-ngais tanah dengan kaki depan, atau sering mencambukkan ekor.
-
Sering Rebahan dan Berguling: Kuda terus-menerus tiduran lalu berguling-guling (rolling) di tanah untuk meredakan rasa sakit.
-
Napsu Makan Drop: Kuda menolak makan rumput/pakan konsentrat dan tidak mau minum.
-
Perubahan Postur & Perut: Kuda sering meregangkan tubuh seperti mau kencing tapi tidak ada urin yang keluar, atau perut terlihat membesar/kembung.
-
Tidak Ada Suara Usus: Saat kamu menempelkan telinga di perut kuda, tidak terdengar suara gemuruh pencernaan (gut sounds).
Trik Pertolongan Pertama Saat Kuda Mengalami Colic
Jika kamu menemukan tanda-tanda di atas, lakukan langkah darurat ini secara cepat dan tenang:
1. Hubungi Dokter Hewan Segera (H-0 Emergency)
Colic adalah kondisi medis darurat. Begitu melihat gejala awal, langsung hubungi dokter hewan langgananmu. Informasikan denyut nadi, warna gusi, dan perilaku kuda secara detail.
2. Ajak Kuda Jalan Santai (Hand-Walking)
Ajak kuda berjalan pelan selama 15–30 menit. Berjalan santai membantu merangsang pergerakan usus (peristaltik) dan mencegah kuda berguling-guling di tanah yang bisa membuat ususnya makin terpelintir.
Catatan: Jangan memaksakan kuda berjalan jika ia terlihat sangat lelah atau kesakitan hebat.
3. Amankan Area Kandang
Jika kuda harus diam di kandang, pastikan alas kandang (bedding) cukup tebal agar kuda tidak terluka saat mencoba rebahan atau berguling.
4. Hentikan Akses Pakan
Cabut semua makanan (rumput, pelet, atau biji-bijian) dari kandang. Memberikan pakan saat usus tersumbat atau kembung hanya akan memperparah kondisi pencernaan.
Do’s & Don’ts Saat Menangani Colic
Cara Mencegah Colic Agar Kuda Tetap Sehat
Mencegah selalu lebih murah dan aman daripada mengobati. Terapkan pola perawatan modern ini di kandang kamu:
-
Rutin Cek Ketersediaan Air: Pastikan air minum selalu bersih dan tidak terlalu dingin. Kuda yang dehidrasi sangat rentan mengalami impaction colic (sumbatan pakan).
-
Pola Makan Tinggi Serat: Utamakan serat berkualitas (rumput segar/hay) dan batasi pakan konsentrat berbahan pati tinggi.
-
Jangan Ubah Pakan Secara Mendadak: Jika ingin mengganti jenis pakan, lakukan transisi secara bertahap selama 7–10 hari.
-
Jadwal Rutin Obat Cacing & Gigi: Cacingan dan masalah gigi yang tidak rata bisa mengganggu proses pengunyahan, yang berujung pada masalah pencernaan.


