Gubuku – Secara sederhana, candling adalah teknik menyinari telur dari luar menggunakan sumber cahaya terang di dalam ruangan gelap. Karena cangkang telur sifatnya agak tembus pandang, cahaya ini bakal memperlihatkan apa yang lagi terjadi di dalam telur.

Kenapa wajib melakukan candling?

  • Memilah Telur Fertil & Infertil: Menyeleksi mana telur yang ada embriyonya dan mana yang kosong.

  • Menghemat Kapasitas Mesin Tetas: Mengeluarkan telur kosong biar kapasitas mesin bisa dipakai buat telur lain.

  • Mencegah Telur Meledak: Menyingkirkan telur mati/busuk sebelum merusak telur sehat lainnya.

Kapan Waktu yang Tepat Buat Teropong Telur?

Jangan setiap hari teropong telur ya, nanti embriyonya stres karena sering kena guncangan dan perubahan suhu! Idealnya, candling dilakukan di 2 waktu krusial ini:

  1. Candling Pertama (Hari ke-5 sampai ke-7): Ini waktu paling pas buat ngecek apakah telur fertil (ada calon anak) atau kosong.

  2. Candling Kedua (Hari ke-14 sampai ke-18): Waktu ini dipakai buat ngecek perkembangan embrio, memastikan calon anak ayam tumbuh normal dan gak mati di tengah jalan sebelum masa panen/menetas.

Alat yang Dibutuhkan (Nggak Perlu Mahal!)

  • Ruangan Gelap: Bikin kamar atau ruangan serutup mungkin dari cahaya luar biar isi telur keliatan jelas.

  • Senter Candler / Senter HP: Kamu bisa beli egg candler khusus, atau pakai senter HP yang ditutup corong kertas/karet kecil biar cahayanya fokus ke satu titik.

Step-by-Step Cara Melakukan Candling Telur

  1. Matikan Lampu Ruangan: Buat ruangan semenutup dan segelap mungkin.

  2. Pegang Telur dengan Hati-hati: Ambil telur dari mesin tetas secara perlahan. Usahakan tangan kamu bersih dan kering.

  3. Posisikan Senter: Tempelkan sumber cahaya ke bagian tumpul telur (tempat kantung udara berada).

  4. Amati Bagian Dalam Telur: Putar telur perlahan buat melihat tanda-tanda kehidupan di dalamnya.

  5. Kembalikan Segera: Jangan biarkan telur di luar mesin lebih dari 5–10 menit biar suhunya gak drop.

Baca Juga  Cara Membuat Cacing Kasgot dari Sisa Media Tanam Maggot

Cara Membedakan Telur Fertil, Infertil, dan Telur Mati

Ini dia panduan visual biar kamu gak bingung pas ngeliat isi telurnya:

1. Telur Fertil (Ada Embrio & Berkembang)

  • Ciri-ciri: Terlihat titik hitam kecil di tengah yang dikelilingi garis-garis merah mirip sarang laba-laba (pembuluh darah).

  • Tindakan: Masukkan kembali ke mesin tetas, ini calon anak yang sehat!

2. Telur Infertil (Telur Kosong / Bening)

  • Ciri-ciri: Bagian dalam telur terlihat terang benderang, bening, dan cuma keliatan bayangan kuning telur yang mengapung tanpa ada garis pembuluh darah sama sekali.

  • Tindakan: Keluarkan dari mesin tetas. Telur ini gak akan pernah menetas.

3. Telur Mati / Busuk (Early/Late Dead)

  • Ciri-ciri: Terlihat ada lingkaran darah memerah (blood ring) yang menempel di dinding cangkang, atau tampak gumpalan hitam keruh yang gak berstruktur dan kusam.

  • Tindakan: Segera buang! Telur ini berisiko membusuk dan mengeluarkan gas berbau penyengat.

Ringkasan Cepat biar Gampang Dilihat

Kondisi Telur Tampilan saat Di-candling Keputusan
Fertil (Hidup) Ada titik hitam & sarang laba-laba merah Lanjut Tetas
Infertil (Kosong) Terang bening, cuma ada bayangan kuning telur Keluar dari Mesin
Mati / Busuk Ada cincin darah (blood ring) / gumpalan keruh Buang Segera

penulis:widia – SMKN 12 Bungo

Related Posts

Cara Beternak Babi Jenis Yorkshire / Large...
Gubuku - Buat kamu para Gen Z yang tertarik terjun...
Read more
Trik Mengatasi Anemia Fe (Kekurangan Zat Besi)...
Gubuku - Buat kamu para peternak muda Gen Z, pernah...
Read more
panduan Manajemen Penimbangan Bobot Babi Siap Potong
Gubuku - Ngedua belas bulan ngerawat ternak, giliran waktu panen...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *