Gubuku – Sebelum masuk ke resepnya, kamu harus tahu dulu kenapa teknik fermentasi ini jadi life hack wajib peternak zaman now:
-
Pangkas Biaya Pakan: Harga dedak jauh lebih miring dibanding pakan pabrikan. Kamu bisa hemat biaya operasional sampai 30%–50%!
-
Nutrisi Naik Kelas: Mikroorganisme dari fermentasi bakal memecah serat kasar dedak dan ningkatain kadar protein serta vitaminnya.
-
Ternak Cepat Gemuk: Pakan fermentasi lebih gampang diserap pencernaan, bikin nutrisi masuk maksimal ke tubuh ternak.
-
Kandang Anti Bau: Pencernaan ternak jadi lebih sehat, alhasil bau kotorannya bakal berkurang drastis. Win-win solution banget, kan?
Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan
Bahan-bahannya gampang banget dicari di toko pertanian atau pasar terdekat:
🌾 Bahan Utama & Tambahan:
-
Dedak Padi Halus: 10 kg
-
EM4 Peternakan (Botol Cokelat): 2–3 tutup botol (sebagai bakteri pengurai)
-
Molase / Tetes Tebu: 2–3 sendok makan (bisa diganti gula merah/gula pasir yang dicairkan sebagai makanan bakteri)
-
Air Bersih: Secukupnya (sekitar 1–2 liter)
🪣 Peralatan:
-
Wadah kedap udara (Ember berpenutup, drum plastik, atau kantong plastik tebal)
-
Gembor atau botol semprotan
-
Ember kecil untuk mengaduk cairan
Step-by-Step Cara Membuat Pakan Fermentasi Dedak Padi
Gak perlu keahlian khusus, proses buatnya simpel banget ala DIY project:
Step 1: Aktifkan Bakteri (Campuran Liquid)
Campurkan air, EM4 Peternakan, dan molase/larutan gula ke dalam ember kecil. Aduk rata, lalu diamkan selama 10–15 menit. Langkah ini penting banget buat “membangunkan” mikroorganisme baik yang ada di dalam EM4.
Step 2: Siapkan Dedak Padi
Tebar dedak padi di atas terpal atau lantai yang bersih secara merata biar gampang diaduk nanti.
Step 3: Penyemprotan & Pengadukan
Semprotkan atau percikkan larutan EM4 tadi ke atas dedak padi sedikit demi sedikit sambil diarak/diaduk rata.
💡 Tips Kadar Air Ideal (Uji Kepalan):
Kepal dedak dengan tanganmu. Kalau dedak mengepal tapi tidak meneteskan air, dan saat dilepas gumpalannya mudah pecah kembali (kadar air sekitar 30%–40%), berarti tingkat kelembabannya sudah pas!
Step 4: Proses Anaerob (Penyimpanan Kedap Udara)
Masukkan dedak yang sudah tercampur rata ke dalam wadah kedap udara (drum/kantong plastik). Padatkan dedak sampai gak ada udara yang tersisa di dalamnya. Tutup rapat-rapat!
Step 5: Tunggu Masa Fermentasi
Simpan wadah di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 3 sampai 5 hari.
Ciri-Ciri Fermentasi Dedak Padi yang Berhasil
Setelah 3–5 hari, buka wadahnya dan cek hasilnya. Fermentasi kamu BERHASIL kalau:
-
👃 Aroma: Memiliki wangi khas yang harum seperti tape/sopi (bukan bau busuk atau bau got).
-
👁️ Visual: Tidak ada jamur hitam/hijau (kalau ada lapisan putih tipis itu normal).
-
🖐️ Tekstur: Teksturnya tetap renyah, dingin saat dipegang, dan tidak menggumpal basah.
Cara Pemberian ke Ternak
Jangan langsung kasih 100% pakan fermentasi ke ternak kalau mereka belum terbiasa!
-
Adaptasi Bertahap: Campurkan pakan fermentasi sedikit demi sedikit dengan pakan biasa (mulai dari porsi 20%, naik ke 50%, sampai 100%) dalam kurun waktu 3–5 hari.
-
Pengambilan Pakan: Setiap kali mengambil pakan fermentasi dari wadah, segera tutup rapat kembali wadahnya biar bakteri baik di dalamnya gak mati dan pakan gak gampang basi.



