Gubuku – Salah satu tantangan terbesar waktu nyoba bisnis ternak ayam kampung adalah biaya pakan yang makin mahal. Kalau cuma mengandalkan pelet pabrikan $100\%$, margin keuntungan bakal tergerus tajam. Nah, solusi cerdas buat menekan biaya operasional tanpa menurunkan kualitas nutrisi adalah memanfaatkan pakan alternatif.
Salah satu pakan alternatif lokal yang belum banyak dilirik padahal gacor banget nutrisinya adalah blondo. Blondo merupakan limbah atau hasil sampingan dari pembuatan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil / VCO).
Yuk, kita bedah panduan lengkap mengolah blondo jadi pakan ayam kampung berkualitas tinggi yang ramah di kantong!
Kenapa Blondo Bagus Buat Ayam Kampung?
Jangan salah, meskipun statusnya “limbah”, blondo punya kandungan gizi yang gak kalah saing dari bahan pakan mahal:
-
Tinggi Protein Kasar: Mampu memenuhi kebutuhan protein harian ayam kampung buat mempercepat pertumbuhan daging.
-
Kaya Energi (Lemak Baik): Mengandung asam laurat dari kelapa yang ampuh meningkatkan daya tahan tubuh ternak dari serangan penyakit.
-
Aroma Gurih Sehat: Memiliki aroma khas kelapa alami yang bikin nafsu makan ayam makin lahap.
Alat & Bahan yang Dibutuhkan
Sebelum mulai proses pembuatan, siapkan dulu bahan-bahan racikan yang super gampang dicari ini:
| Bahan / Alat | Takaran / Jumlah | Fungsi |
| Blondo Basah / Kering | 20% – 30% dari total pakan | Sumber protein & energi |
| Dedak Padi / Bekatul | 50% | Sumber serat & pengisi |
| Tepung Jagung | 20% | Sumber karbohidrat utama |
| Probiotik (EM4 Ternak) | 1–2 tutup botol | Membantu fermentasi & pencernaan |
| Molase / Gula Merah | 2 sendok makan | Makanan untuk bakteri baik |
| Wadah / Ember Tertutup | 1 Unit | Tempat proses fermentasi |
Langkah-Langkah Pembuatan Pakan Blondo Fermentasi
Agar nutrisi blondo terserap sempurna dan pakan lebih tahan lama, sangat disarankan menggunakan metode fermentasi.
1. Pengeringan Blondo (Opsional)
Jika blondo yang kamu dapatkan dari produsen VCO masih sangat basah dan berminyak, jemur dulu di bawah sinar matahari atau sangrai sebentar. Langkah ini bikin pakan gak gampang tengik dan lebih awet disimpan.
2. Pencampuran Bahan Kering
Aduk merata blondo, dedak padi, dan tepung jagung di atas wadah yang bersih. Pastikan tidak ada gumpalan blondo yang terlalu besar agar adonan pakan tercampur homogen.
3. Pembuatan Larutan Fermentasi
Campurkan air secukupnya dengan probiotik (EM4) dan molase/gula cair dalam wadah terpisah. Diamkan larutan selama 10–15 menit agar bakteri menguntungkan di dalamnya “bangun” dan aktif.
4. Pengadukan & Fermentasi
Percikkan larutan fermentasi ke dalam campuran bahan kering secara perlahan sambil diaduk.
-
Pastikan kelembapan adonan pas (saat dikepal tidak pecah dan tidak meneteskan air).
-
Masukkan adonan ke dalam drum atau ember tertutup rapat (kedap udara/anaerob).
-
Diamkan selama 2–3 hari untuk proses fermentasi sempurna.


