Gubuku – Siapa bilang pelihara burung perkutut itu cuma hobinya bapak-bapak atau lansia? Di era sekarang, tren kicaumania justru makin diminati anak muda Gen Z! Selain estetik dan ngasih efek relaksasi lewat anggukannya yang merdu, bisnis ternak burung perkutut bangkok punya potensi cuan yang legit banget.
Perkutut bangkok terkenal punya karakter suara emas—alias suara anggukan yang tebal, besar, bertempo tajam, dan berirama merdu dibanding perkutut lokal biasa. Makin ciamik kualitas suaranya, harga jual anakan (indukan/trah juara) bisa melonjak tinggi!
Buat kamu yang mau nyobain peluang bisnis peternakan burung bernilai tinggi ini, yuk simak panduan lengkap cara ternaknya dari nol!
Kenapa Harus Perkutut Bangkok?
Sebelum masuk ke teknis, pahami dulu keunggulan varietas perkutut bangkok ketimbang perkutut biasa:
-
Kualitas Suara Kelas Atas: Punya trah dan genetik suara yang empuk, kung-nya bergema panjang, dan ujung suaranya (tutup) bulat mendalam.
-
Pangsa Pasar Luas & Stabil: Komunitas penghobi dan kontes burung perkutut (LPPGB) sangat aktif, bikin pasar anakan selalu ada pencarinya.
-
Harga Jual Lebih Tinggi: Anakan dari trah juara atau trah suara besar bisa dibanderol ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah per pasang.
1. Pemilihan Indukan Berkualitas (Kunci Suara Emas)
Prinsip utama ternak perkutut: “Anak yang bagus lahir dari indukan yang berkelas.” Jangan asal milih pasangan ya!
-
Indukan Jantan: Pilih yang punya fisik tegap, dada lebar, mental berani (rajin manggung), dan paling penting: suara ujungnya (tutup) bulat dan mengema.
-
Indukan Betina: Pilih betina yang aktif, sehat, tidak cacat fisik, dan idealnya punya silsilah/trah keturunan suara besar (suara kung).
-
Usia Siap Jodoh: Jantan minimal berusia 10–12 bulan, sedangkan betina minimal berusia 8–10 bulan agar organ reproduksinya sudah matang sempurna.
2. Desain & Persiapan Kandang Penangkaran
Kandang ternak perkutut (aviary) gak perlu terlalu luas, yang penting sirkulasi udara dan pencahayaannya optimal.
Spesifikasi Kandang Ternak Ideal
-
Ukuran Standar: Panjang , lebar , dan tinggi (per pasang).
-
Posisi Kandang: Wajib kena sinar matahari pagi (menghadap ke timur). Sinar matahari penting buat kesehatan tulang dan metabolisme hormon reproduksi.
-
Fasilitas Wajib:
3. Proses Penjodohan & Perawatan Bertelur
Memasangkan perkutut butuh trik khusus biar gak saling patuk/berkelahi:
-
Tahap Perkenalan: Masukkan jantan dan betina ke dalam sangkar berbeda, lalu tempetkan kedua sangkar secara berdekatan selama 3–5 hari.
-
Tahap Penyatuan: Jika keduanya sudah saling mendekat dan jantan mulai mengangguk-angguk (bekur), satukan mereka ke dalam kandang ternak utama pada sore hari.
-
Proses Bertelur: Setelah kawin, betina umumnya bertelur 2 butir. Masa pengeraman berlangsung selama 14–15 hari yang dilakukan secara bergantian oleh jantan dan betina.
4. Racikan Pakan & Nutrisi Pelancar Suara
Biar indukan rutin bertelur dan anakan punya pita suara (syrinx) yang kuat, pakan harian harus diperhatikan:
-
Pakan Pokok: Campuran milet putih, milet merah, ketan hitam, jewawut, dan biji sawi dengan rasio seimbang.
-
Extra Fooding (EF): Berikan kacang hijau yang direndam air hangat (2–3 butir) seminggu sekali untuk stamina jantan, serta tulang sotong/grit sebagai sumber kalsium utama pembentuk cangkang telur.
-
Air Minum & Vitamin: Ganti air minum setiap hari dan tambahkan multivitamin khusus burung berkala agar metabolisme tetap fit.


