Gubuku – Buat kamu Gen Z yang hobi burung kicau dan mau mulai bisnis avikultur, pasti tahu dong kalau Burung Cucak Ijo (Cucak Hijau) punya pesona yang gak pernah redup. Suara gacor dan gaya “ngentrok”-nya yang khas bikin burung ini selalu dicari para kicau mania.
Masalah utamanya: “Bang, aku mau ternak tapi gak punya lahan buat bikin kandang umbaran besar!”
Tenang, kamu gak perlu minder! Sekarang ada teknik sistem sangkar gantung. Metode ini cocok banget buat kamu yang tinggal di rumah minimalis atau punya lahan terbatas. Selain hemat tempat dan biaya modal awal, sistem ini juga memudahkan proses pemantauan harian.
Yuk, simak panduan step-by-step ternak Cucak Ijo pakai sangkar gantung sampai berhasil menetas!
1. Keunggulan Sistem Sangkar Gantung
Sebelum mulai, kamu perlu tahu kenapa metode ini makin populer di kalangan peternak muda:
-
Minimalis & Hemat Lahan: Sangkar bisa digantung di teras, samping rumah, atau area halaman yang teduh.
-
Biaya Modal Awal Terjangkau: Gak perlu beli bata, kawat strimin besar, atau bayar tukang buat bikin kandang permanen.
-
Fleksibel & Mudah Dipindah: Kalau cuaca lagi buruk (angin kencang/hujan deras), sangkar gantung sangat mudah dipindahkan ke tempat aman.
-
Pemantauan Lebih Dekat: Kamu bisa mengecek kondisi pakan, kebersihan, dan telur secara langsung dari jarak dekat.
2. Persiapan Peralatan & Ukuran Sangkar
Meskipun pakai sistem gantung, kenyamanan burung tetap nomor satu. Jangan sampai burung merasa kesempitan dan stres.
-
Ukuran Sangkar ideal: Gunakan sangkar gantung nomor 1 atau 2 (ukuran sekitar atau ).
-
Bahan Sangkar: Pilih sangkar kayu atau bambu yang kokoh dengan jarak antar ruji yang rapat.
-
Gelodok / Sarang: Pasang mangkuk sarang (dari sabut kelapa atau serat kayu) di pojok atas sangkar yang paling tenang/tertutup.
-
Tangkringan: Pasang 2 tangkringan berbahan kayu asam atau ranting pohon yang nyaman digenggam kaki burung.
3. Seleksi Indukan Cucak Ijo Berkualitas
Kunci sukses menetaskan anak Cucak Ijo ada pada kualitas indukannya:
Indukan Jantan:
-
Usia minimal 1,5–2 tahun (sudah dewasa kelamin & bertopeng hitam pekat).
-
Postur tubuh panjang, lincah, rajin berkicau (gacor), dan tidak cacat fisik.
Indukan Betina:
-
Usia minimal 1 tahun (lingkaran mata kuning tegas / sudah mapan).
-
Perut tidak terlalu gemuk, aktif, dan responsif saat mendengar suara jantan.
4. Tahap Pengenalan & Penjodohan (Proses Krusial!)
Cucak Ijo termasuk burung yang bertemperamen tinggi dan lumayan teritorial. Kalau asal satukan jantan dan betina dalam satu sangkar, bisa-bisa mereka malah berkelahi.
[Tahap 1: Tempel Sangkar (1-2 Minggu)]
Gantung sangkar jantan dan betina berdampingan (jarak 5-10 cm).
Letakkan pakan & ekstra foding secara teratur.
↓
[Tahap 2: Amati Tanda Berjodoh]
Jantan rajin berkicau sambil ngerayu ("ngentrok").
Betina merespons dengan menggetarkan sayap / nunduk.
↓
[Tahap 3: Disatukan dalam 1 Sangkar Gantung]
Masukkan betina dulu ke sangkar ternak, lalu masukkan jantan di sore hari.
Pantau reaksi selama 2–3 jam pertama.
5. Manajemen Pakan & Ekstra Fooding (EF) Indukan
Pakan adalah pemicu utama birahi burung. Saat masa penjodohan dan pengeraman, berikan pakan tinggi nutrisi:
6. Proses Pengeraman hingga Menetas
-
Setelah kawin, betina akan merapikan bahan sarang dan bertelur sebanyak 2–3 butir.
-
Masa pengeraman berlangsung sekitar 12–14 hari.
-
Pantangan: Saat betina mengeram, gantung sangkar di tempat yang tenang, bebas dari gangguan kucing, tikus, atau lalu lalang manusia yang bising.
-
Kurangi porsi jangkrik saat betina mengeram agar jantan tidak terlalu agresif/birahi tinggi yang bisa merusak telur.


