Gubuku – Batang pisang sebenarnya punya kandungan air dan serat yang tinggi, tapi kadar proteinnya relatif rendah kalau langsung dikasih mentah-mentah ke kambing. Bahkan, kalau kebanyakan makan batang pisang segar, perut kambing bisa kembung!
Nah, proses fermentasi di sini hadir sebagai game changer:
-
Meningkatkan Nutrisi: Bakteri baik (probiotik) bakal memecah serat kasar dan meningkatkan kadar proteinnya.
-
Bikin Pakan Tahan Lama: Pakan hasil fermentasi bisa disimpan bertanduk-tanduk (berbulan-bulan) tanpa basi!
-
Pencernaan Kambing Lebih Sehat: Makanan fermentasi lebih gampang dicerna dan bikin bau kotoran kambing jauh berkurang.
Bahan dan Alat yang Wajib Disiapkan
Gak perlu alat laboratorium canggih, bahannya gampang banget kamu dapetin di sekitar rumah:
Alat:
-
Mesin pencacah atau parang/pisau tajam.
-
Terpal atau plastik besar.
-
Drum plastik kedap udara (atau kantong plastik tebal trash bag).
Bahan (Skala 100 kg):
-
Batang Pisang (Debog): 80 kg (bebas jenis pisang apa saja).
-
Bekatul / Dedak Halus: 10 kg (sebagai sumber karbohidrat & perekat nutrisi).
-
Ampas Tahu / Polard (Opsional): 10 kg (buat nambah kadar protein).
-
Probiotik Tetes (EM4 Peternakan): 1–2 tutup botol.
-
Molase / Tetes Tebu: 2–3 sendok makan (bisa diganti gula merah/gula pasir cair).
-
Garam Dapur: 1 genggam (buat mineral dan penyeimbang rasa).
-
Air Bersih: 1–2 liter.
Step-by-Step Cara Membuat Pakan Fermentasi Batang Pisang
Biar hasilnya gak gagal (busuk atau berjamur), ikuti langkah-langkah simpel ini:
[1. Cacah Batang Pisang] ➡️ [2. Layukan/Kurangi Air] ➡️ [3. Campur Bahan] ➡️ [4. Masukkan Drum Kedap Udara] ➡️ [5. Tunggu 3-7 Hari]
1. Cacah Batang Pisang Sampai Halus
Potong atau cacah batang pisang jadi ukuran kecil-kecil (sekitar 1–3 cm). Makin halus cacahannya, makin cepat proses fermentasinya dan makin gampang dimakan sama kambing.
2. Angin-anginkan (Kurangi Kadar Air)
Batang pisang mengandung banyak air. Sebelum dicampur, tebar cacahan di atas terpal dan angin-anginkan selama beberapa jam. Ingat, jangan ditabur langsung di bawah terik matahari sampai kering kerontang, cukup diangin-anginkan biar gak terlalu becek.
3. Buat Cairan Fermentasi (Materi Stater)
Campurkan air, EM4 Peternakan, dan molase/gula cair ke dalam wadah kecil. Aduk rata dan biarkan selama 10–15 menit biar bakteri baiknya “bangun” dan aktif.
4. Campur Semua Bahan Hingga Homogen
Tebar cacahan batang pisang di atas terpal, lalu taburkan bekatul, ampas tahu, dan garam secara merata. Setelah itu, siramkan cairan fermentasi tadi secara perlahan sambil diaduk-aduk pakai tangan/sekop sampai benar-benar tercampur rata.
💡 Tips Mengetahui Kelembapan Pas:
Kepal campuran pakan dengan tangan. Kalau digenggam terasa lembap tapi gak meneteskan air, berarti kadar airnya udah pas banget!
5. Padatkan dalam Drum Kedap Udara (Anaerob)
Masukkan pakan ke dalam drum plastik. Tekan dan padatkan sepadat mungkin biar gak ada udara yang tersisa di dalam drum. Setelah padat, tutup rapat-rapat drumnya.
6. Tunggu Masa Fermentasi
Simpan drum di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 3 sampai 7 hari.
Ciri-Ciri Pakan Fermentasi yang Berhasil
Setelah 3–7 hari, coba buka drum pakanmu. Ini dia bedanya fermentasi yang berhasil vs gagal:
| Parameter | Fermentasi Berhasil (Lolos uji!) | Fermentasi Gagal (Jangan dikasih!) |
| Aroma | Wangi harum manis khas tape/asam segar | Bau busuk menyengat, bau got |
| Tekstur | Lembap, tidak menggumpal becek | Basah lendir, lembek hancur |
| Warna | Cokelat kehijauan segar | Hitam pekat, banyak jamur hitam |
Cara Pemberian ke Kambing
Kalau kambing kamu belum pernah makan pakan fermentasi, jangan langsung diganti 100%! Terapkan proses adaptasi bertahap:
-
Hari 1–3: Campur 25% pakan fermentasi dengan 75% rumput segar.
-
Hari 4–6: Campur 50% pakan fermentasi dengan 50% rumput segar.
-
Hari 7 ke atas: Kambing udah terbiasa dan siap dilahap full pakan alternatif!



