Cara Mengatasi Penyakit Gastroenteritis (Muntaber) pada Babi

Ternaktani
Ternaktani
September 12, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak babi muda dan Gen Z, nemuin ternak tiba-tiba diare parah plus muntah-muntah itu pasti bikin overthinking. Apalagi kalau yang kena adalah anak babi yang baru lahir—angkanya bisa bikin syok karena penularannya super cepat!

Di dunia peternakan, kondisi muntaber hebat ini paling sering disebabkan oleh Transmissible Gastroenteritis (TGE), yaitu infeksi virus yang menyerang usus halus babi. Kalau gak ditangani secara sat-set, dehidrasi akut bisa bikin ternak kamu tumbang dalam hitungan hari.

Biar gak rugi banyak dan ternak kamu cepat pulih, yuk kepoin gejala serta langkah cepat penanganannya di bawah ini!

Gejala Gastroenteritis (Muntaber) yang Wajib Kamu Notice

Sebelum masuk ke tahap pengobatan, pastikan kamu udah tahu tanda-tanda utamanya biar gak salah diagnosa:

  • Muntah dan Diare Cair: Diare berwarna kuning, hijau, atau keputihan dengan bau yang sangat menyengat (busuk).

  • Dehidrasi Parah: Kulit babi terlihat keriput, mata cekung, dan tubuh gemetaran.

  • Haus Berlebihan tapi Menolak Makan: Babi bakal sering mendekati tempat minum tapi gak mau menyentuh pakan.

  • Anak Babi Lemah: Pada anak babi usia di bawah 2 minggu, gejalanya muncul sangat mendadak dan bisa berakibat fatal dalam .

4 Langkah Cepat Mengatasi Gastroenteritis pada Babi

Karena penyakit ini utamanya disebabkan oleh virus, tidak ada obat ajaib yang langsung membunuh virusnya. Kunci penanganannya adalah supportive care (terapi pendukung) untuk menaikkan imun dan mencegah dehidrasi.

1. Terapi Cairan & Elektrolit (Kunci Utama!)

Penyebab utama kematian saat muntaber adalah dehidrasi fatal, bukan virusnya itu sendiri.

  • Berikan Elektrolit/Oralit Khusus Ternak: Campurkan larutan elektrolit ke dalam air minumnya.

  • Untuk Anak Babi: Jika anak babi terlalu lemah untuk minum sendiri, suapi (drenching) larutan elektrolit hangat atau pengganti susu secara berkala menggunakan spuit/suntikan tanpa jarum.

Baca Juga  Cara Mengatasi Penyakit Avian Influenza (Flu Burung) di Kandang

2. Berikan Antibiotik Sekunder

  • Ingat: Antibiotik gak membunuh virus! Tapi, infeksi virus bikin usus babi terluka sehingga bakteri jahat seperti E. coli gampang masuk.

  • Suntikkan atau campurkan antibiotik spektrum luas (sesuai anjuran dokter hewan) untuk mencegah infeksi komplikasi bakteri (secondary infection).

3. Jaga Kehangatan Kandang

Babi yang kena gastroenteritis bakal mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia) dengan cepat.

  • Pasang lampu pemanas (infrared/heat lamp) di area kandang, terutama untuk anak babi.

  • Pastikan lantai kandang dilapisi jerami kering atau papan kayu biar gak langsung menyentuh semen dingin.

4. Isolasi Total & Ketatkan Biosekuriti

Virus TGE ini menular lewat kotoran dan udara (aerosol).

  • Pisahkan Babi Sakit: Langsung pindahkan babi yang bergejala ke kandang karantina yang jauh dari populasi sehat.

  • Semprot Disinfektan: Cuci bersih dan semprot seluruh area kandang menggunakan disinfektan berbahan aktif iodine atau formalin.

Cheat Sheet: Tindakan Berdasarkan Kelompok Umur Babi

Kategori Umur Tingkat Risiko Action Plan Utama
Anak Babi () Sangat Tinggi Fokus penuh pada penghangatan & terapi cairan/susu hangat per jam
Babi Sapihan / Pembesaran Sedang Puasakan pakan padat 12 jam, berikan elektrolit + antibiotik pencegah
Babi Dewasa / Indukan Rendah Pertahankan hidrasi; indukan biasanya pulih sendiri dalam 5–7 hari

penulis:widia – dari  SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *