Gubuku – Prolapsus uturi terjadi ketika rahim sapi berbalik dan keluar melewati vagina, biasanya terjadi beberapa jam setelah sapi melahirkan.
Beberapa penyebab utamanya:
-
Kekurangan Kalsium (Hypocalcemia): Otot-otot rahim jadi lemah dan gak bisa berkontraksi dengan baik.
-
Sapi Mengejan Terlalu Kuat: Proses melahirkan yang berat atau anakan terlalu besar.
-
Posisi Kandang Terlalu Miring ke Belakang: Gravitasi mendorong organ dalam mudah keluar.
Langkah Pertolongan Pertama (Sebelum Mantri/Dokter Hewan Datang)
Penanganan brolok itu pacuan melawan waktu. Semakin lama rahim di luar, semakin tinggi risiko pembengkakan, pembusukan jaringan, dan kematian pada sapi.
Segera hubungi Dokter Hewan/Mantri setempat, dan lakukan first aid ini sambil menunggu mereka tiba:
1. Amankan dan Isolasi Sapi
Posisikan sapi berdiri (jika memungkinkan) atau rebahkan dengan posisi bagian belakang (pantat) lebih tinggi dari bagian depan. Ini membantu mengurangi tekanan dorongan dari dalam.
2. Lindungi Organ Rahim dari Kotoran
Jangan biarkan rahim yang keluar menyentuh tanah, kotoran sapi (dleser), atau jerami kering. Lapisi bagian bawah rahim dengan kain perlak, plastik bersih, atau terpal bersih.
3. Bersihkan Rahim dengan Air Bersih / Salin
Cuci rahim yang keluar secara perlahan menggunakan air bersih hangat (atau cairan NaCl/infus steril).
-
Bersihkan sisa-sisa kotoran, darah, atau plasenta yang menempel secara lembut.
-
Jangan digosok kasar! Dinding rahim sangat sensitif dan gampang robek/berdarah.
Cara Penanganan Medis (Reposisi Rahim)
⚠️ Penting: Proses memasukkan kembali rahim (reposisi) sangat disarankan dilakukan oleh tenaga medis veteriner (dokter hewan/mantri) karena membutuhkan ketenangan dan keterampilan khusus.
Jika dalam situasi darurat terpaksa membantu proses reposisi:
-
Gunakan Larutan Antiseptik Lembut: Setelah dibersihkan, basahi rahim dengan larutan antiseptik tipis-tipis atau air es/garam hangat untuk membantu mengurangi pembengkakan (edema).
-
Dorong Rahim Kembali ke Dalam: Dorong rahim secara perlahan dari bagian dasar (paling dekat vagina) menggunakan telapak tangan yang dilapisi sarung tangan steril—jangan menggunakan ujung jari karena bisa merobek jaringan rahim.
-
Pastikan Rahim Kembali ke Posisi Semula: Rahim harus kembali penuh ke posisinya di dalam perut agar tidak keluar lagi.
-
Pemasangan Jahitan Sementara (Jahit Vulva): Dokter hewan biasanya akan melakukan penjahitan sementara pada bibir vagina (teknik Buhner stitch) selama beberapa hari biar rahim gak keluar lagi saat sapi mengejan.
Perawatan Pasca-Penanganan (Recovery Phase)
Setelah rahim berhasil dimasukkan kembali:
| Langkah Perawatan | Tindakan |
| Injeksi Antibiotik & Analgesik | Wajib diberikan oleh medik veteriner buat mencegah infeksi parah dan meredakan nyeri |
| Pemberian Kalsium & Vitamin | Suntik suplemen kalsium buat mengembalikan tonus/kekuatan otot rahim |
| Kondisi Kandang | Pindahkan sapi ke kandang yang posisi belakangnya sedikit lebih tinggi |
Tips Pencegahan Biar Sapi Gak Brolok Lagi
-
Nutrisi Seimbang saat Hamil: Pastikan kebutuhan pakan hijau, konsentrat, dan mineral (khususnya Kalsium & Fosfor) terpenuhi selama sapi bunting.
-
Desain Kandang yang Pas: Jangan buat lantai kandang terlalu miring ke arah belakang.
-
Kontrol Bobot Pedet: Jangan over-feeding nutrisi tertentu yang bikin pedet terlalu besar di dalam kandungan kalau panggul sapi betina cenderung sempit.
penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo


