Mencegah Penyakit Mycoplasma (CRD Complex) pada Broiler

Ternaktani
Ternaktani
September 12, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak muda dan Gen Z yang lagi merintis bisnis ayam broiler, pasti pernah ngalamin momen bikin deg-degan: pas masuk kandang, tiba-tiba kedengeran suara “ngorok” massal dari sekumpulan ayam.

Jangan dianggapp enteng! Suara ngorok, bersin, dan hidung berlendir pada ayam itu biasanya tanda utama serangan CRD Complex (Chronic Respiratory Disease). Penyakit pernapasan ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum yang sering “gandengan” sama bakteri lain kaya E. coli.

Kalau udah kena, pertumbuhan ayam bisa makin lambat, FCR (Feed Conversion Ratio) membengkak, dan angka kematian bisa melonjak. Nah, biar cuan kamu gak terancam, simak langkah-langkah pencegahan Mycoplasma paling efektif berikut ini!

Kenapa Mycoplasma Sangat Berbahaya?

Sebelum masuk ke trik pencegahan, kamu perlu tahu dulu sifat dari bakteri yang satu ini. Mycoplasma gallisepticum itu unik karena gak punya dinding sel. Artinya:

  • Bakteri ini pinter ngumpet di dalam saluran pernapasan ayam.

  • Gampang banget memicu infeksi sekunder kalau kondisi kandang buruk.

  • Bisa diturunkan dari induk ke anak ayam (penularan vertikal lewat telur) atau menular antar ayam di kandang (penularan horizontal).

5 Trik Ampuh Mencegah CRD Complex di Kandang Broiler

Mencegah selalu jauh lebih murah dan hemat energi dibanding mengobati. Terapkan strategi ini di kandang kamu:

1. Ketat dalam Memilih DOC (Day Old Chick)

Pencegahan pertama dimulai dari pemilihan bibit. Karena Mycoplasma bisa diturunkan dari induk, pastikan kamu membeli DOC dari hatchery (pembibitan) yang tepercaya dan bersertifikat bebas Mycoplasma. DOC yang berkualitas adalah fondasi utama ternak sehat.

2. Atur Sirkulasi Udara & Jaga Amonia Tetap Rendah

Gas amonia yang berlebihan dari kotoran ayam adalah pemicu utama iritasi saluran pernapasan. Begitu saluran pernapasan iritasi, bakteri Mycoplasma bakal langsung masuk dan beraksi.

  • Jaga Litter Tetap Kering: Segera balik atau ganti sekam yang basah/gumpal di dekat tempat minum.

  • Maksimalkan Ventilasi: Pastikan aliran udara di dalam kandang lancar, terutama kalau kamu pakai kandang open house.

Baca Juga  Peluang Karir di Dunia Peternakan

3. Terapkan Biosekuriti Ketat (No Compromise!)

Bakteri bisa terbawa lewat pakaian, sandal, atau peralatan yang dipakai lalu lalang.

  • Celup Kaki & Cuci Tangan: Sediakan tempat celup disinfektan di pintu masuk kandang.

  • Batasi Tamu: Gak perlu semua orang bebas masuk ke area dalam kandang.

  • Semprot Disinfektan Rutin: Lakukan penyemprotan lingkungan kandang secara berkala dengan disinfektan yang aman buat ayam.

4. Kurangi Tingkat Stres pada Ayam

Ayam yang stres punya sistem imun yang drop, dan ini jadi makanan empuk buat penyakit. Stres pada broiler biasanya dipicu oleh:

  • Kepadatan kandang (overcrowding) yang terlalu tinggi.

  • Perubahan cuaca ekstrem (suhu kelewat panas atau dingin).

  • Proses vaksinasi atau pemindahan tempat.

Pro Tip: Berikan vitamin, elektrolit, atau herbal immunostimulan pas cuaca lagi panas atau sesudah vaksinasi buat menjaga daya tahan tubuh mereka.

5. Lakukan Manajemen Restasi / Istirahat Kandang

Jangan kejar tayang sampai lupa ngistirahatin kandang! Setelah panen, lakukan pembersihan total (cuci kandang, semprot disinfektan, dan kaparisasi) lalu istirahatkan kandang minimal 14 hari sebelum DOC baru masuk. Ini penting banget buat memutus rantai siklus hidup bakteri.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *