Panduan Pemijahan Ikan Bawal Air Tawar Secara Alami & Buatan

Ternaktani
Ternaktani
August 31, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Sebelum masuk ke teknis, kamu wajib milihin “orang tua” yang berkualitas buat calon anakan bawal kamu. Ikan yang siap dipijahkan biasanya berumur minimal 2–3 tahun dengan berat sekitar 1,5–2 kg.

Ciri Indukan Jantan:

  • Badan lebih ramping.

  • Sirip dada terasa lebih kasar saat diraba.

  • Jika bagian perut dekat lubang urogenital diurut lembut, keluar cairan putih pekat (sperma).

Ciri Indukan Betina:

  • Perut terlihat membesar, membulat, dan terasa lembek saat dipegang.

  • Lubang urogenital berwarna agak kemerahan.

  • Gerakannya relatif lebih lambat dibanding jantan.

2. Pemijahan Ikan Bawal Secara Alami

Cara ini memanfaatkan naluri asli ikan tanpa perlu dorongan bahan kimia. Metode alami cocok banget buat kamu yang baru mulai dan pengen biaya operasional yang hemat.

Langkah-langkah Pemijahan Alami:

  • Persiapan Kolam: Bersihkan kolam pemijahan dan isi dengan air segar yang kaya oksigen. Pasang kakaban (media dari ijuk atau jaring) di dasar kolam sebagai tempat menempelnya telur.

  • Seleksi & Pelepasan: Masukkan indukan betina dan jantan ke dalam kolam dengan perbandingan 1:1 atau 1:2 (satu betina berbanding dua jantan).

  • Proses Kejadian: Biasanya, proses perkawinan terjadi pada malam hingga subuh. Air kolam akan kelihatan bergolak karena ikan aktif kejar-kejaran.

  • Pemanenan Telur: Begitu pagi hari dan telur sudah menempel di kakaban, segera pindahkan indukan keluar dari kolam pemijahan agar telur tidak dimakan.

3. Pemijahan Ikan Bawal Secara Buatan (Induced Spawning)

Metode buatan dilakukan dengan cara memberikan rangsangan hormon (biasanya menggunakan hormon sintetis seperti Ovaprim). Metode ini cocok buat kamu yang pengen jadwal produksi yang terukur dan jumlah telur yang lebih banyak.

Langkah-langkah Pemijahan Buatan:

  • Penyuntikan Hormon: Suntikkan hormon Ovaprim ke bagian punggung indukan (dosis menyesuaikan berat badan ikan, umumnya 0,5 ml/kg). Penyuntikan biasanya dilakukan pada sore hari.

  • Proses Stripping (Urut): Setelah 8–12 jam pascasuntik (biasanya waktu subuh), lakukan stripping atau pengurutan perut betina secara perlahan ke arah lubang urogenital untuk mengeluarkan telur ke dalam wadah kering.

  • Pembuahan Buatan: Urut perut indukan jantan untuk mengeluarkan sperma langsung di atas wadah yang berisi telur.

  • Aduk Rata: Campur telur dan sperma menggunakan bulu ayam secara perlahan sambil ditambahi sedikit air bersih agar terjadi pembuahan.

  • Penyebaran Telur: Sebarkan telur yang sudah terbuahi ke dalam akuarium atau kolam penetasan yang sudah dipasang aerasi kuat.

Baca Juga  Penyebab Ayam Bertelur Memakan Telurnya Sendiri dan Solusinya

Metrik Perbandingan: Alami vs Buatan

Biar kamu enggak bingung mau pakai metode yang mana, cek tabel perbandingannya di bawah ini:

Parameter Pemijahan Alami Pemijahan Buatan
Biaya Operational Lebih Murah (Tanpa beli hormon) Ada tambahan biaya beli hormon & alat
Tingkat Kesulitan Mudah / Ramah Pemula Butuh keahlian khusus (teknik suntik & stripping)
Waktu Kapan Saja Tergantung musim/cuaca Bisa diatur kapan saja (jadwal terencana)
Persentase Telur Standar / Mengikuti alur alam Lebih tinggi dan serentak

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *