Penanganan Wabah Penyakit Bloat Massal di Peternakan Domba

Ternaktani
Ternaktani
September 11, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Bagi para peternak muda dan Gen Z, melihat domba kesayangan tiba-tiba lemas dengan perut sebelah kiri membesar seperti balon adalah mimpi buruk. Apalagi kalau kejadian ini meluas dan menyerang secara massal dalam satu blok kandang. Situasi ini jelas bikin panik dan overthinking!

Penyakit perut kembung atau bloat (tympani) pada domba terjadi akibat akumulasi gas berlebih di dalam rumen (lambung) yang tidak bisa keluar. Kalau tidak ditangani secara cepat dan tepat, gas ini akan menekan paru-paru serta jantung, hingga berisiko fatal hanya dalam hitungan jam.

Biar pundi-pundi investasi ternak kamu selamat, berikut trik penanganan darurat dan sistematis saat menghadapi wabah bloat massal di peternakan!

Trik Tindakan Darurat saat Wabah Bloat Massal

Saat kasus bloat mendadak meledak di kandang, bertindak cepat adalah kunci utama. Jangan ditunda, segera lakukan langkah penanganan darurat berikut:

1. Pisahkan dan Pertahankan Posisi Domba

  • Isolasi Segera: Langsung pisahkan domba yang bergejala dari kelompoknya untuk mempermudah tindakan medis.

  • Atur Posisi Tubuh: Posisikan bagian depan tubuh domba (dada dan kepala) lebih tinggi daripada bagian belakang. Kamu bisa memanfaatkan papan miring atau menahan badan domba. Posisi ini membantu mengurangi tekanan gas di rumen terhadap organ dada.

2. Berikan Agen Anti-Bloat (Peredam Busa Gas)

Sebagian besar bloat massal disebabkan oleh frothy bloat (gas terperangkap dalam busa akibat konsumsi legum muda atau pakan tinggi protein secara berlebih).

  • Minyak Nabati / Minyak Goreng: Berikan minyak kelapa atau minyak sawit hangat secara oral menggunakan drenching gun atau spuit tanpa jarum. Minyak ini berfungsi memecah gelembung busa agar gas bebas dan bisa dikeluarkan lewat mulut (tertidur/serawa).

  • Obat Bloat Komersial: Berikan sediaan dimethicone atau poloxalene sesuai dosis petunjuk pada label obat veterinari.

Baca Juga  Langkah Membuat Peternakan Organik Terverifikasi & Bersertifikat

3. Trik “Kayu Gigit” (Merangsang Belch/Serawa)

Ikat sepotong kayu kecil secara melintang di dalam mulut domba (seperti kendali kuda) secara perlahan. Pasang tali pengikat di belakang telinga. Kayu ini akan mengunyah refleks mulut domba dan mengunyah liur, yang memicu ternak untuk mengeluarkan gas (eruktasi) secara alami.

4. Tindakan Medis Darurat (Trokarisasi)

Jika kondisi ternak sudah kritis (napas terengah-engah, mata memerah, tidak sanggup berdiri), penanganan medis darurat oleh dokter hewan atau tenaga medis berpengalaman sangat diperlukan. Penggunaan trocar dan kanula pada lekuk lapar kiri (area segitiga perut kiri atas) dilakukan untuk mengeluarkan gas secara langsung. Catatan: Jangan lakukan ini tanpa keahlian karena risiko infeksi sangat tinggi!

Langkah Pencegahan Agar Bloat Tidak Terulang Massal

Setelah situasi darurat terkendali, cegah kejadian serupa menyerang kembali dengan manajemen pakan yang disiplin:

  • Jangan Berikan Rumput Basah/Muda Langsung: Rumput yang masih berembun atau legum muda kaya protein sangat cepat berfermentasi dan membentuk busa. Layukan rumput minimal 4–6 jam sebelum diberikan.

  • Ganti Pakan Secara Bertahap: Jika ingin mengubah racikan konsentrat atau jenis hijauan, lakukan transisi secara perlahan selama 7–10 hari agar mikrobioma rumen beradaptasi.

  • Berikan Serat Kasar Sebelum Konsentrat: Pastikan domba mengonsumsi sedikit jerami atau rumput kering sebelum diberi pakan konsentrat tinggi pati.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *