Gubuku – Padahal, litter itu ibarat Kasur buat si ayam. Kalau kasurnya lembap, bau amonia bakal meroket, lalat berdatangan, dan penyakit kaya gangguan pernapasan (CRD) sampai penyakit kulit bakal gampang banget menyerang. Ujung-ujungnya? Ayam stres, pertumbuhan terhambat, dan cuan melayang.

Nah, biar kandang kamu tetap steril dan nyaman, simak trik simpel menjaga kebersihan litter ayam agar tetap kering berikut ini!

1. Pilih Bahan Litter yang Juaranya Menyerap Air

Gak semua bahan cocok dijadikan alas kandang. Kamu butuh bahan yang punya daya serap tinggi dan gak gampang berdebu.

  • Sekam Padi (Recommended): Bahan paling populer karena daya serap airnya mantap, gampang dicari, dan harganya terjangkau.

  • Tatal/Serutan Kayu: Bagus juga buat nahan kelembapan, tapi pastikan potongan serutannya agak tebal dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

  • Serbuk Gergaji Halus (Avoid!): Hindari bahan yang terlalu halus karena gampang terhirup sama ayam dan bikin masalah pernapasan.

2. Setting Ketebalan Ideal dari Awal

Jangan pelit pakai sekam! Ketebalan litter yang pas bakal ngebantu nampung kotoran ayam lebih lama tanpa langsung bikin basah ke dasar lantai.

  • Idealnya, tebar bahan litter dengan ketebalan 8 sampai 10 cm pas awal penyebaran (brooding).

  • Kalau alas kandang terlalu tipis, cairan kotoran bakal langsung menggenang di lantai kandang dan bikin alas cepat lembap.

3. Cek Sistem Ventilasi & Sirkulasi Udara

Uap air dari kotoran ayam butuh jalan keluar. Kalau udara di dalam kandang “mampet”, kelembapan bakal terjebak dan bikin litter makin basah.

  • Pastikan tirai kandang dipasang dengan benar. Untuk open house, buka-tutup tirai harus fleksibel mengikuti arah angin dan cuaca.

  • Kalau pakai sistem closed house, pastikan kipas blower dan evaporative cooling pad berfungsi optimal buat menjaga kelembapan tetap ideal (sekitar 60-70%).

Baca Juga  Panduan Membuat Instalasi Biogas Skala Peternakan 20 Ekor Sapi

4. Terapkan Trik “Bolak-Balik” Sekam

Jangan nunggu litter menggumpal baru kamu urus. Lakukan perawatan rutin ini biar alas kandang tetap fluffy dan cepat kering.

  • Aduk atau balik litter secara bertahap setiap 2–3 hari sekali, terutama di area yang sering dipakain ayam kumpul.

  • Gunakan garpu kayu atau alat perata secara perlahan biar debunya gak beterbangan dan bikin ayam kaget.

5. Cegah Kebocoran Tempat Minum (Nipple/Drinker)

Ternyata, penyebab utama litter basah itu sering kali bukan dari kotoran ayam, melainkan saluran air minum yang bocor atau kepenuhan!

  • Cek rutin ketinggian tempat minum. Kalau terlalu rendah, ayam bakal mainan air dan bikin lantai becek.

  • Atur tekanan air minum biar gak terlalu kencang dan langsung ganti nipple atau wadah minum yang mulai menetes.

Quick Action: Apa yang Harus Dilakukan Kalau Litter Udah Udan Basah?

⚠️ Langkah Darurat:

  1. Ambil & Buang: Jangan ragu buat mengerok dan membuang bagian litter yang udah sangat basah atau menggumpal keras.

  2. Tabur Kapur/Sekam Baru: Taburkan sedikit kapur pertanian (dolomit) di area lantai yang basah buat menekan amonia, lalu tutup kembali dengan sekam baru yang kering.

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *