Gubuku –

Kenapa sih metode ini pas banget buat peternak muda zaman now?

  • Gak Perlu Ketergantungan Ngarit: Kamu bisa bikin pakan dalam jumlah besar sekaligus buat stok berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

  • Nutrisi Lebih Terukur: Pertumbuhan ternak jadi lebih cepat gemuk (ADG/Average Daily Gain tinggi) karena gizi tiap suapan udah seimbang.

  • Menghemat Waktu & Tenaga: Waktu yang biasa dipakai buat ngarit jam-jaman bisa kamu alihkan buat branding, pemasaran, atau ngembangin lini bisnis lain.

  • Manfaatkan Limbah Murah: Kamu bisa pakai limbah pertanian lokal (seperti jerami padi, tongkol jagung, atau bungkil kelapa) yang harganya miring banget.

Bahan Utama Racikan Complete Feed

Kunci dari pakan komplit yang sukses adalah keseimbangan antara Serat + Konsentrat + Imbuhan (Additives).

Kategori Bahan Contoh Bahan Lokal Fungsi Utama
Sumber Serat (40–60%) Jerami padi, tongkol jagung giling, klobot jagung, rumput kering (hay) Menjaga kesehatan sistem pencernaan ruminansia (rumen)
Sumber Energi (20–30%) Dedak halus/bekatul, jagung giling, molase (tetes tebu) Penyuplai tenaga dan bikin pakan lebih enak (palatabel)
Sumber Protein (10–20%) Bungkil kedelai, bungkil kelapa, ampas tahu kering, tepung ikan Mempercepat pembentukan otot & daging
Pelengkap / Imbuhan (1–2%) Premix mineral, garam dapur, probiotik (starter fermentasi) Menguatkan imun, tulang, & memaksimalkan penyerapan

Panduan Step-by-Step Cara Membuat Complete Feed

Siapkan alat pencacah (chopper), wadah pencampur, dan bahan-bahannya. Yuk, mulai racik!

1. Perkecil Ukuran Bahan Serat (Chopping)

Cacah jerami, rumput kering, atau tongkol jagung menggunakan mesin chopper hingga berukuran sekitar 2–5 cm. Ukuran yang pas memudahkan ternak mengunyah dan membuat proses pencampuran jadi lebih homogen (merata).

2. Keringkan Bahan yang Masih Basah

Pastikan kadar air dari serat tidak terlalu tinggi (ideal kadar air total pakan sekitar 15–20% untuk pakan kering, atau sekitar 30–40% jika mau difermentasi/silase). Bahan yang terlalu basah rawan berjamur!

Baca Juga  Cara Mengatasi Pakan Pelet yang Mudah Hancur dan Berdebu

3. Timbang Bahan Sesuai Formulasi

Gunakan timbangan biar presisi. Contoh formula sederhana (Skala 100 kg):

  • Jerami/Tongkol Jagung Cacah: 50 kg

  • Dedak Halus: 25 kg

  • Bungkil Kelapa/Ampas Tahu Kering: 20 kg

  • Molase (Tetes Tebu): 3 kg

  • Mineral Premix + Garam: 2 kg

4. Pencampuran Merata (Mixing)

Aduk semua bahan kering secara bertahap dari volume terkecil ke volume terbesar. Siramkan molase yang sudah diencerkan secara perlahan sambil terus diaduk hingga benar-benar merata.

5. Fermentasi / Pemeraman (Opsional tapi Recommended!)

Padatkan campuran pakan ke dalam drum plastik kedap udara (silo/tong biru) selama 7–14 hari. Proses fermentasi ini bakal memecah serat kasar jerami jadi lebih gampang dicerna, bikin aroma pakan harum wangi khas fermentasi, dan bikin pakan makin tahan lama!

3 Tips Wajib Biar Ternak Gak “Kaget”

⚠️ Catatan Penting:

  1. Transisi Pakan Secara Bertahap: Jangan langsung ganti pakan rumput segar ke complete feed 100% dalam semalam. Kenalkan pakan baru secara bertahap selama 7–10 hari biar mikroba rumen ternak bisa beradaptasi.

  2. Air Minum Wajib Standby: Pakan komplit cenderung lebih kering dari rumput segar. Pastikan wadah air minum ternak selalu terisi 24/7!

  3. Simpan di Tempat Kedap Air: Simpan pakan di tempat yang beralaskan kayu (pallet), tidak lembap, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

penulis:widia – SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Kacang Fava untuk Diversifikasi Pangan
Gubuku-Kacang fava (Vicia faba) merupakan tanaman polong yang menghasilkan biji...
Read more
Potensi Tanaman Cowpea sebagai Komoditas Pangan Lokal
Gubuku-Cowpea atau kacang tunggak merupakan tanaman kacang-kacangan yang dapat dimanfaatkan...
Read more
Potensi Tanaman Lentil sebagai Pangan Sehat
Gubuku-Lentil merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *