Panduan Merawat Entok Betina Saat Erang Telur Agar Tetas 100%

Ternaktani
Ternaktani
September 26, 2026 4 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para peternak muda Gen Z yang lagi merintis bisnis peternakan unggas, momen entok betina lagi mengerami telurnya itu ibarat phase game yang paling krusial. Salah penanganan sedikit aja, telur bisa gagal menetas, membusuk, atau bahkan ditinggal kabur sama induknya. Nyesek banget, kan?

Proses mengeram (incubation) entok memakan waktu lumayan lama, sekitar 35 hari. Selama kurun waktu ini, kondisi fisik dan mental si induk bakal diuji.

Nah, biar usaha kamu gak sia-sia dan tingkat keberhasilan penetasan bisa menyentuh angka 100%, simak panduan perawatan step-by-step yang super simpel dan anti-gagal berikut ini!

1. Buat Sarang yang Nyaman, Aman, dan Private

Entok betina yang lagi mengeram butuh suasana yang tenang dan bebas stres. Kalau dia sering terganggu, kemungkinan besar dia bakal sering meninggalkan sarang dan bikin suhu telur drop.

  • Lokasi Teduh & Agak Gelap: Tempatkan sarang pengeraman di sudut kandang yang tidak terkena sinar matahari langsung dan terhindar dari air hujan.

  • Bebas Predator & Gangguan: Pastikan lokasi aman dari jangkauan tikus, kucing, atau entok jantan yang agresif.

  • Alas Sarang yang Empuk: Gunakan alas dari jerami kering, serbuk kayu, atau daun pisang kering. Jangan lupa tambahkan sedikit kapur ajaib atau racun gurem di bawah alas biar sarang bebas dari kutu/gurem yang bikin induk gatal-gatal.

2. Sediakan Akses “Rest Area” Khusus di Dekat Sarang

Induk entok yang mengeram bakalan fokus banget jaga telurnya sampai jarang makan. Kalau tempat makan dan minumnya jauh, si induk bakalan kelaparan atau malah malas keluar sarang sama sekali.

  • Fasilitas Pakan & Minum Didekatkan: Taruh wadah pakan dan air minum tak jauh dari sarangnya (jarak sekitar 1–2 meter).

  • Pakan Tinggi Nutrisi: Berikan pakan berkualitas dengan konsentrat atau dedak yang dicampur jagung giling. Tambahkan vitamin pakan agar stamina induk tetap fit selama 35 hari.

  • Wadah Air Lengkap dengan Bak Mandi: Sediakan wadah air yang cukup dalam atau bak kecil. Entok butuh membasahi bulunya secara berkala untuk menjaga kelembapan alami (humidity) pada telur saat ia kembali menempel di sarang.

Baca Juga  Panduan Mengolah Urine Sapi Menjadi Pestisida Organik Cair

3. Seleksi & Cek Perkembangan Telur (Candling)

Gak semua telur yang ada di sarang itu fertil (berembrio). Daripada memenuhi sarang dan bikin panas pengeraman gak merata, kamu perlu melakukan candling (peneropongan telur).

  • Lakukan di Hari ke-7 hingga ke-10: Gunakan senter HP di ruangan gelap untuk melihat bagian dalam telur.

  • Ciri Telur Fertil (Bagus): Terlihat urat-urat merah seperti sarang laba-laba di dalam telur.

  • Ciri Telur Infertil/Bongkor: Terlihat bening atau ada lingkar darah mati. Langsung keluarkan telur ini dari sarang agar tidak membusuk dan meledak di dalam sarang.

4. Jaga Kelembapan Sarang Menjelang Hari Penetasan

Memasuki minggu ke-4 dan ke-5 (hari ke-28 ke atas), cangkang telur entok yang terkenal tebal akan mulai mengeras. Kalau lingkungannya terlalu kering, anak entok (DOE) bakal kesusahan mematuk cangkang dari dalam.

  • Semprot Halus Suam-Suam Kuku: Jika cuaca sangat panas dan kering, kamu bisa membantu memercikkan/menyemprotkan sedikit air bersih hangat di sekitar sarang atau pada telur secara tipis-tipis saat induk sedang keluar makan.

  • Biarkan Kelembapan Alami Bekerja: Basahnya bulu induk setelah mandi juga sangat membantu melunakkan cangkang telur secara alami.

Checklist Do’s & Don’ts Saat Pengeraman

Do’s (Sangat Direkomendasikan) Don’ts (Pantangan Bikin Gagal)
Sediakan air bersih yang cukup untuk mandi induk Jangan sering memindah-indahkan posisi sarang
Bersihkan area sekitar sarang dari kotoran menumpuk Jangan biarkan entok jantan mendekati area sarang
Sisakan maksimal 10–12 butir telur per induk agar terover dengan sempurna Jangan memegang telur terlalu sering dengan tangan kotor/berminyak

5. Penanganan Saat Hari Penetasan Tiba

Saat memasuki hari ke-34 atau 35, telur bakal mulai retak (pipping). Di fase ini, kunci utamanya adalah sabar.

  • Biarkan anak entok menetas secara alami dari dorongan tubuhnya sendiri.

  • Hindari mengelupas cangkang secara paksa karena pembuluh darah di cangkang mungkin belum terserap sempurna dan bisa memicu pendarahan.

  • Biarkan anak entok dibelai dan dikeringkan oleh bulu induknya selama 24 jam pertama sebelum dipindahkan ke kotak brooder (penghangat).

Baca Juga  Efisiensi Energi Kandang Closed House Mengguna Panel Surya

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *