Gubuku – Sebelum masuk ke teknis cara bikinnya, kamu perlu tahu nutrisi yang terkandung di dalamnya:
-
Kalsium (Ca): Menguatkan struktur tulang ternak, cangkang telur ayam, dan perakaran tanaman.
-
Fosfor (P): Mempercepat pertumbuhan jaringan dan pembentukan buah atau bunga.
-
Zero Waste Living: Kamu bantu mengurangi limbah organik sekaligus menghemat biaya pakan atau pupuk harian.
Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan
Gak butuh peralatan pabrik mahal, kamu bisa pakai perlengkapan sederhana yang ada di rumah:
| Alat & Bahan | Fungsi Utama |
| Tulang Hewan | Bahan baku utama (sapi, ayam, atau ikan) |
| Panci Presto / Kompor | Membunuh bakteri dan melunakkan struktur tulang |
| Panggangan / Oven / Tungku | Mengeringkan dan menghilangkan kadar lemak |
| Blender / Tumbukan | Menghancurkan tulang jadi serbuk halus |
| Ayakan (Sieve) | Memisahkan partikel tulang yang belum halus |
Langkah-Langkah Mengolah Tulang Menjadi Tepung
1. Pembersihan dan Perebusan (Pre-Cooking)
Cuci bersih tulang dari sisa-sisa daging, darah, atau lemak yang masih menempel. Setelah bersih, rebus tulang menggunakan panci presto selama 1–2 jam (tergantung ketebalan tulang). Perebusan tekanan tinggi ini bertujuan melunakkan struktur keras tulang sekaligus mensterilkan bakteri.
2. Pengeringan dan Penghilang Lemak (Degreasing)
Tiriskan tulang yang sudah empuk, lalu keringkan di bawah sinar matahari. Kalau mau hasil lebih maksimal, panggang tulang di dalam oven atau di atas bara api. Proses pembakaran ringan ini bakal menguapkan sisa-sisa lemak yang bisa bikin tepung gampang tengik nantinya.
3. Penumbukan atau Penggilingan
Setelah tulang benar-benar kering dan rapuh, hancurkan menggunakan penumbuk atau blender/grinder khusus pakan. Tulang yang sudah di-presto biasanya bakal sangat gampang hancur jadi serbuk.
4. Pengayakan (Sieving)
Ayak bubuk tulang yang sudah digiling. Partikel yang masih kasar bisa kamu kumpulkan kembali buat ditumbuk ulang, sedangkan yang sudah halus siap dipakai!
Tips Penyimpanan Biar Awet Berbulan-bulan
⚠️ Catatan Penting:
Simpan tepung tulang di dalam wadah kedap udara (seperti stoples atau plastik ziplock) dan letakkan di tempat yang kering. Tepung tulang yang terhindar dari kelembapan bisa bertahan hingga 6 bulan tanpa kehilangan kualitas nutrisinya.
penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo



