Panduan Budidaya Burung Dara Hias Kipas untuk Penghobi

Ternaktani
Ternaktani
September 26, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu Gen Z yang lagi cari ide bisnis santai tapi estetik dan berpotensi menghasilkan cuan, budidaya burung dara hias kipas (fantail pigeon) bisa jadi pilihan paling pas. Beda sama merpati biasa, burung hias yang satu ini punya daya tarik visual tinggi berkat ekornya yang mengembang lebar mirip kipas.

Selain parasnya yang photogenic dan cocok banget masuk konten feed Instagram atau TikTok, cara perawatannya relatif mudah dan gak makan banyak tempat. Yuk, intip panduan lengkap budidaya merpati kipas dari nol sampai sukses berkembang biak berikut ini!

Ciri khas & Alasan Kenapa Merpati Kipas Populer

Sebelum mulai ternak, kamu perlu tahu dulu keunikan merpati kipas dibanding jenis merpati lainnya:

  • Bentuk Ekor Unik: Punya bulu ekor berjumlah helai yang berdiri tegak dan mengembang lebar (merpati biasa umumnya hanya punya 12 helai).

  • Dada Busung & Anggun: Postur tubuhnya cenderung membusung ke depan dengan kepala sedikit tertarik ke belakang.

  • Karakter Jinak: Sangat ramah manusia, tidak gampang stres, dan tidak terlalu aktif terbang tinggi sehingga aman dipelihara di area pemukiman.

Persiapan Kandang yang Estetik dan Nyaman

Kandang yang bersih dan aman adalah kunci utama agar merpati kipas rajin bertelur dan bulunya tidak rusak.

1. Ukuran dan Model Kandang

  • Kandang Pasangan (Soliter): Gunakan ukuran minimal untuk satu pasang indukan.

  • Kandang Koloni: Jika punya area lebih luas, buat kandang aviary minimal untuk menampung pasang.

2. Fasilitas Wajib Di Dalam Kandang

  • Sarang Bertelur (Nest Box): Sediakan wadah mangkok kayu atau plastik yang diberi alas serat kelapa, jerami halus, atau daun pinus kering.

  • Tangkringan Kayu: Buat tangkringan bertingkat agar bulu ekornya yang panjang tidak sering menyentuh kotoran di lantai kandang.

  • Sirkulasi & Cahaya: Pastikan kandang mendapat paparan sinar matahari pagi ( pagi) dan ventilasi udara yang lancar.

Baca Juga  Panduan Pemasangan Pipa Aerasi Uniring pada Kolam Udang

Cara Memilih Indukan Merpati Kipas Berkualitas

Biar hasil anakan (piyik) bagus dan cepat laku di pasaran, pemilihan indukan gak boleh asal-asalan.

Parameter Ciri Indukan Jantan Ciri Indukan Betina
Bentuk Tubuh Ukuran kepala dan tubuh lebih besar, dada lebih membusung Tubuh sedikit lebih kecil dan ramping
Ekor Mekar sempurna, simetris, dan berdiri tegap Mekar rapi namun sedikit lebih kecil dibanding jantan
Perilaku Sering menyapu lantai dengan ekor sambil membekur (cooing) Cenderung lebih tenang dan merespons tarian jantan
Usia Ideal Siap kawin pada usia bulan Siap kawin pada usia bulan

Manajemen Pakan & Perawatan Harian

Bulu yang indah dan kesehatan merpati sangat bergantung pada apa yang mereka makan.

1. Menu Pakan Seimbang

  • Pakan Pokok: Campuran Biji-bijian (jagung pecah, milet, biji bunga matahari, kacang hijau, dan beras merah).

  • Extra Fooding (Pakan Tambahan): Berkan grit (campuran cangkang telur halus, batu bata tumbuk, dan kulit kerang) sebagai sumber kalsium untuk pembentukan cangkang telur dan memperkuat tulang.

  • Vitamin: Berikan vitamin air minum kali seminggu untuk menjaga daya tahan tubuh.

2. Trik Merawat Bulu Ekor Kipas

  • Mandi Rutin: Sediakan wadah air dangkal di dalam kandang kali seminggu. Merpati kipas sangat suka mandi sendiri untuk menjaga bulunya tetap bersih dan mengilap.

  • Pemotongan Bulu Ekor (Khusus Musim Kawin): Saat proses perjodohan, rapikan atau gunting sedikit bulu ekor bagian bawah dekat anus indukan. Ini bertujuan agar proses pembuahan (mating) berlangsung sempurna tanpa terhalang bulu ekor yang terlalu tebal.

Proses Perjodohan & Penetasan

  1. Pengenalan: Dekatkan kandang jantan dan betina selama hari. Jika jantan terus membekur dan betina menunduk mengangguk, artinya mereka siap dijodohkan dalam satu kandang.

  2. Bertelur & Mengeram: Betina umumnya mengeluarkan 2 butir telur. Proses mengeram dilakukan bergantian oleh jantan dan betina selama 17–19 hari.

  3. Perawatan Piyik: Setelah menetas, beri pakan dengan tekstur lebih halus (seperti kacang hijau rendam atau voer basah) agar indukan lebih mudah melolos anakannya.

Baca Juga  Perbandingan Kandang Lantai Panggung dan Lantai Tanah

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Budidaya Jamur Kuping sebagai Peluang Usaha
Gubuku-Jamur kuping merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup populer...
Read more
Potensi Tanaman Indigofera sebagai Pakan Hijauan
Gubuku-Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha...
Read more
Potensi Tanaman Serat Kenaf untuk Industri Ramah...
Gubuku-Kenaf merupakan tanaman penghasil serat yang memiliki nama ilmiah Hibiscus...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *