Gubuku – Buat kamu para Gen Z yang tertarik masuk ke dunia birdbreeding atau sekadar mau punya bisnis peternakan eksotis yang berkelas, Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah salah satu burung tercantik dan paling prestisius di Indonesia.
Tapi ingat, burung cantik berbulu putih bersih dengan topeng biru khas ini tergolong satwa yang dilindungi negara secara ketat. Jadi, kamu gak bisa asal beli di pasar hewan atau langsung ternak tanpa dokumen resmi.
Kabar baiknya, pemerintah memperbolehkan masyarakat buat membudidayakan Jalak Bali lewat jalur Penangkaran Legal Sertifikat BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam). Yuk, bedah cara memulai penangkaran Jalak Bali yang sah, aman dari jerat hukum, dan pastinya berpeluang cuan!
Kenapa Harus Lewat Jalur Legal Sertifikat BKSDA?
Menangkarkan Jalak Bali secara legal bukan cuma soal menaati hukum, tapi juga memberi kamu keuntungan bisnis jangka panjang:
-
Bebas Masalah Hukum: Menjual atau memelihara Jalak Bali tanpa sertifikat (tanpa ring resmi) berisiko kena sanksi pidana UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
-
Nilai Jual Lebih Tinggi: Pasaran Jalak Bali hasil tangkaran resmi yang dilengkapi sertifikat asal-usul jauh lebih mahal dan diminati kolektor kelas atas.
-
Membantu Konservasi: Kamu ikut berperan mencegah kepunahan spesies endemik Pulau Dewata ini langsung dari rumah.
Ketahui Kategori Indukan: F0, F1, dan F2
Dalam aturan BKSDA, hasil keturunan burung penangkaran dibagi jadi beberapa tingkatan:
-
F0 (Indukan Alam): Burung yang berasal langsung dari alam liar (dilindungi penuh dan dilarang diperjualbelikan).
-
F1 (Keturunan Pertama): Anak dari F0. Masih milik negara dan tidak boleh dijual bebas.
-
F2 (Keturunan Kedua) & Seterusnya: Anak dari F1. Kategori inilah yang LEGAL DIPERJUALBELIKAN ke masyarakat umum lengkap dengan paspor/sertifikat resmi dan ring (cincin kaki).
Syarat & Cara Mengurus Izin Penangkaran ke BKSDA
Gak usah ribet atau takut sama birokrasi, ini tahapan ringkas buat dapat izin penangkaran dari BKSDA setempat:
-
Beli Indukan Ber-Sertifikat F2/F3: Beli sepasang indukan Jalak Bali resmi dari penangkar terdaftar yang punya izin BKSDA. Minta surat angkut satwa (SKSKS) dan sertifikat resminya.
-
Siapkan Lokasi & Kandang Penangkaran: Buat kandang yang sesuai standar sebelum mengajukan permohonan.
-
Mengajukan Permohonan Izin Penangkaran (p-3): Datang ke kantor BKSDA daerah kamu dengan membawa kelayakan tempat, KTP, dan berkas asal-usul indukan.
-
Verifikasi & Survei Lapangan: Petugas BKSDA bakal datang mengecek langsung kondisi kandang, kelayakan lingkungan, dan fisik indukan.
-
Penerbitan SK Penangkaran & Buku Register: Setelah disetujui, kamu resmi jadi penangkar terdaftar dan bakal dapat ring resmi serta blanko sertifikat untuk setiap anakan yang lahir di tempatmu.
Desain Kandang & Lingkungan Penangkaran Ideal
Jalak Bali adalah burung yang sensitif dan gampang stres kalau lingkungannya gak mendukung. Ini spesifikasi kandang yang tepat:
-
Ukuran Kandang: Minimal panjang 1,5–2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 2 meter untuk satu pasang indukan.
-
Sirkulasi & Pencahayaan: Wajib kena sinar matahari pagi secara langsung. Lingkungan harus tenang, jauh dari kebisingan kendaraan atau ancaman predator seperti kucing dan tikus.
-
Gelodok (Kotoran/Sarang): Gunakan gelodok kayu tebal atau potongan batang pohon kelapa berlubang. Sediakan sarang dari sabut kelapa atau serat cemara kering agar indukan bisa menyusun sarangnya sendiri.
-
Lantai Kandang: Gunakan kombinasi tanah berpasir dan sedikit rumput agar suasana menyerupai habitat alami.
Pakan & Perawatan Harian Indukan
Agara indukan produktif dan cepat bertelur (ngedrop telur), nutrisi harian harus benar-benar terjaga:
-
Pakan Utama: Jangkrik segar (10–15 ekor pagi dan sore), ulat bumbung, ulat jerman, dan kroto segar secukupnya.
-
Buah Segar: Sediakan pepaya matang atau pisang kepok setiap hari sebagai asupan serat dan vitamin.
-
Voer Berkualitas: Gunakan voer khusus burung pemakan serangga dengan kandungan protein tinggi.
-
Kebersihan Air: Sediakan wadah mandi yang bersih karena Jalak Bali sangat suka mandi untuk menjaga bulu putihnya tetap bersih mengkilap.


