Cara Beternak Burung Kacer untuk Lomba dan Pembibitan

Ternaktani
Ternaktani
October 6, 2026 3 Min Read 0

Gubuku – Buat kamu para Gen Z yang lagi nyari ide bisnis side hustle atau pengen menyalurkan hobi yang ngasilin uang dingin, industri burung berkicau (kicau mania) itu pasarnya gede banget dan gak pernah mati. Salah satu star player di dunia kicau mania adalah Burung Kacer (Copsychus saularis).

Kacer dikenal punya gaya bertarung yang eksotis (sering sebut gaya “ngobra”), suara isian yang variatif, serta mental bertarung yang kuat. Tak heran, permintaan anak Kacer (trotolan) dari trah juara lomba maupun untuk pembibitan terus melonjak.

Penasaran gimana caranya mulai beternak Kacer tanpa ribet tapi tetap profesional? Yuk, bahas langkah-langkah lengkapnya di bawah ini!

1. Memilih Indukan Kacer Trah Juara dan Berkualitas

Kunci utama sukses pembibitan (breeding) ada pada kualitas indukannya. Kalau mau hasilin anak Kacer yang dicari pecinta lomba, perhatikan kriteria berikut:

  • Indukan Jantan (Calon Bintang Lomba):

    • Pilih jantan yang sudah berumur minimal (gacor, mental fighter, dan sehat tanpa cacat fisik).

    • Diutamakan memiliki riwayat prestasi di gantangan (lomba) atau berasal dari keturunan trah juara.

    • Postur tubuh tegap, dada bidang, dan paruh tebal/lurus.

  • Indukan Betina (Pencetak Gen Unggul):

    • Pilih betina siap ternak usia minimal .

    • Terlihat lincah, bulu mulus/tidak kusam, dan sudah jinak (tidak terlalu takut sama manusia).

    • Rajin memanggil jantan (ngriwik/manggil) sebagai tanda siap kawin.

2. Desain dan Ukuran Kandang Ternak yang Ideal

Kacer adalah tipe burung yang butuh area teritorial tersendiri. Agar burung tidak gampang stres dan mau bertelur dengan lancar, buat desain kandang seperti ini:

  • Ukuran Standar: Panjang , lebar , dan tinggi .

  • Fasilitas Wajib:

    • Glodok / Sarang: Tempat bertelur dari kotak kayu atau serat kelapa/cemara kering.

    • Wadah Mandi: Kacer sangat suka mandi, sediakan baskom kecil atau tempat mandi khusus di dasar kandang.

    • Tangkringan: Pasang 2 tangkringan dari kayu bertekstur kasar dengan diameter yang sesuai cengkeraman kaki Kacer.

    • Atap Terbuka Sebagian: Agar sinar matahari pagi tetap masuk dan sirkulasi udara lancar.

Baca Juga  Panduan Pemberian Vaksin Aktif vs Vaksin Inaktif pada Ayam

3. Proses Perjodohan (Proses Paling Krusial!)

Jangan langsung satukan Kacer jantan dan betina dalam satu kandang! Kacer punya sifat teritorial yang sangat agresif. Jika main asal gabung, mereka bisa bertengkar hebat sampai mati.

Lakukan proses perjodohan bertahap ini:

  1. Tahap Pengenalan Kandang Terpisah: Masukkan betina ke dalam kandang ternak utama, lalu tempatkan jantan di sangkar harian terpisah yang ditempelkan di dekat kandang betina.

  2. Amati Respon (3–7 Hari):

    • Jika jantan merayu dengan bersiul dan membuka ekornya, serta betina merespons dengan menggetarkan sayap (ngleper), artinya mereka sudah jodoh.

  3. Penyatuan: Buka pintu sangkar jantan dan biarkan menyatu di kandang ternak pada sore hari. Pantau terus beberapa jam pertama untuk memastikan tidak ada perkelahian berlebih.

4. Setting Pakan Berkualitas (Extra Fooding)

Untuk merangsang birahi dan memastikan kesehatan reproduksi, asupan gizi harian harus dijaga ketat:

  • Jangkrik: Berikan pagi dan sore (masing-masing 10–15 ekor).

  • Kroto (Telur Semut Rangrang): Sangat bagus disajikan segar kali seminggu untuk meningkatkan kualitas birahi.

  • Ulat Hongkong / Ulat Kandang: Berikan secukupnya terutama di musim dingin agar suhu tubuh burung tetap hangat.

  • Kalsium & Vitamin Tambahan: Sediakan tulang sotong atau vitamin khusus ternak di air minum untuk mencegah telur bercangkang tipis (soft shell).

5. Perawatan Pengeraman dan Anakan (Trotolan)

Setelah kawin, betina umumnya akan bertelur sebanyak 2–4 butir.

  • Masa Pengeraman: Betina akan mengerami telur selama . Selama masa ini, jaga suasana sekitar kandang tetap tenang dan minim gangguan suara bising.

  • Pemanenan Trotolan:

    • Kamu bisa membiarkan induk mengasuh anakannya sampai bisa terbang sendiri (sekitar umur 3 minggu).

    • Metode Modern (Lolos Sendiri): Panen anakan pada umur 7–10 hari untuk diloloh sendiri menggunakan spuit/pinset pakan khusus. Cara ini bikin anak Kacer jauh lebih jinak, mudah dilatih untuk lomba sejak dini, dan induknya bisa cepat bertelur kembali (efisiensi produksi).

Baca Juga  Mengenal Sapi Wagyu Fullblood vs Crossbreed Peluang Bisnis

penulis:widia – dari SMKN 12 Bungo

Related Posts

Cara Lolos Inspeksi Sanitasi Dinas Peternakan
Gubuku - Buat kamu para peternak muda Gen Z yang...
Read more
Panduan Menerapkan Standar Animal Welfare
Gubuku - Siapa bilang dunia peternakan cuma soal pakan, timbangan...
Read more
Syarat dan Prosedur Mengurus Sertifikasi Halal
Gubuku - Buat kamu para pengusaha muda Gen Z yang...
Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *